Temukan Anak Putus Sekolah, Babinsa Tapa Lakukan Ini

SERKA Eko Panangi, Babinsa Ramil 1304-04/Tapa menjumpai seorang anak putus sekolah saat mencari gulma di pematang sawah yang ada di desa Bulotalangi. (foto/dok)

RadarGorontalo.Com – Bintara Pembina Desa atau yang lebih dikenal dengan Babinsa, tidak hanya bertugas dalam hal pertahanan dan keamanan. Namun dari itu, Babinsa juga punya tugas didalam melalukan pembinaan teritorial. Tugas pembinaan inilah yang beberapa waktu lalu dilaksanakan Serka Eko Panangi, Babinsa Ramil 1304-14/Tapa.

Dimana pada rabu (14/3) lalu, Eko melaksanakan tugas pendampingan Pertanian di Desa Bulotalangi Barat kecamatan Bulango Timur. Saat turun melakukan pendampingan, Serka Eko mendapati seorang anak berumur 10 tahun yang sibuk memangkas gulma liar di pematang sawah. Anehnya, anak itu mengumpulkan gulma disaat jam sekolah. Penasaran, Serka Eko menghampiri anak itu dan menanyakan kenapa tidak ke sekolah. Anak itu menjawab dirinya harus mengumpulkan gulma liar untuk pakan kambing peliharaan.

BABINSA Tapa, Serka Eko saat menjemput seorang anak di desa Bulotalangi dan mengantarkannya langsung ke sekolah. (foto/dok)

Serka Eko pun mengaku sangat miris melihat anak usia sekolah memilih untuk tidak bersekolah demi sekarung gulma liar untuk pakan kambing. Keesokannya, Serka Eko bersama Kepala Desa Bulotalangi Barat, Ahmad Razak mendatangi rumah anak tersebut. Namun sampai di rumah anak itu, Serka Eko lagi-lagi dibuat kaget, karena anak itu tidak ke sekolah. Serka Eko kemudian menemui orang tua anak itu dan menanyakan kenapa anak itu tidak disekolahkan. Hasna, ibu dari anak tersebut mengaku sampai sekarang, anaknya masih terdaftar sebagai murid kelas 2 di SDN Bulotalangi. “dia tidak sekolah karena sakit.” ujar Hasna. Namun dari jawaban ibu anak itu, Serka Eko menemukan kejanggalan.

Kalaupun anak itu sakit, seharusnya tidak mencari gulma di sawah. “orang tua harusnya lebih giat mendorong anak untuk ke sekolah, bukannya mencari pakan ternak.” kata Serka Eko. Sementara itu, menurut Kades Bulotalango Barat, keluarga Hasan adalah salah satu penerima bantuan dari pemerintah yakni Program Keluarga Harapan (PKH). Dimana salah satu programnya adalah pemberian beasiswa kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“kami sangat kecewa, seharusnya anak itu ke sekolah, karena sudah ada program pemerintah yang membiayainya.” ujar Razak. Olehnya itu, Babinsa Serka Eko dan Kades Ahmad Razak kemudian memberikan pembinaan kepada orang tua anak tersebut, supaya tetap menyekolahkan anaknya agar bantuan dari pemerintah tidak dihentikan. Karena menurut Ahmad Razak, jika masih ada anak-anak yang mendapatkan bantuan tapi kemudian tidak bersekolah, maka konsekuensinya bantuan untuk keluarga dihentikan.

SERKA Eko saat mengantar anak putus sekolah di SDN 2 Bulotalangi Timur. (foto/dok)

Setelah mendapat pembinaan, Hasna pun meminta kepada Serka Eko untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Alhasil, senin (19/3) kemarin, Serka Eko Panangi menjemput anak tersebut dan mengantarnya ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Serka Eko diterima lansung oleh kepala SDN 2 Bulango Timur, Keti Kadir, S.Pd, MI dan wali kelas Susanti Ngabito S.Pd. Pada waktu yang sama, Serka Eko kemudian dimintakan oleh pihak sekolah untuk memberikan pembinaan kepada murid-murid SDN 2 Bulango Timur.

Serka Eko menyampaikan bahwa sekolah merupakan wadah menuntut ilmu untuk masa depan. Sekolah meningkatkan wawasan pengetahuan, serta melatih otak. Pendidikan sangat penting bagi kelangsungan bangsa. Nasib bangsa Indonesia kedepan ada ditangan anak-anak zaman sekarang. Dan kuncinya adalah ilmu pendidikan yang baik. “anak-anak, mari kita isi kemerdekaan ini dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya, agar masa depan cerah dan dapat meraih segala apa yang dicita-citakan.” tutur Serka Eko. (awal/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *