Tak Lolos Uji, Tak Boleh Jualan Takjil

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Ramadhan memang bulan penuh keberkahan. Dibulan ini, umat muslim tak cuma sibuk berburu pahala, tapi juga berburu makanan berbuka puasa alias takjil. Dan untuk menjamin takjil itu aman dikonsumsi, maka Pemerintah Kota Gorontalo meneliti 50 sampel takjil dari 50 pedagang berbeda. Mereka yang lolos uji sampel, akan ditempatkan dalam satu lokasi. Tak cuma itu, nantinya yang boleh jualan takjil, hanya mereka yang lolos uji sampel saja. Bahkan, Pemkot akan gelar razia takjil selama bulan Ramadhan.

Sabrin Maku, Gorontalo.

Setiap bulan Ramadhan, hampir setiap sudut jalan di Kota Gorontalo khususnya, bermunculan pedagang kue dadakan. Mereka mencoba meraup untung, dari umat muslim yang berburu takjil untuk buka puasa. Sayangnya, masih ada saja pedagang nakal yang mencampurkan bahan berbahaya ke dalam makanan yang akan dijual. Ramadhan 2016, instansi terkait menemukan sampel takjil yang mengandung bahan berbahaya. Walaupun jumlah mereka kecil, tapi tetap harus diantisipasi sejak dini.

Seperti diungkapkan Abd Haris Ahmadong, Kepala Seksi (Kasie) Pengendali Penyakit Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Gorontalo. Standarisasi kemasan makanan itu, sangat penting. Bukan hanya menjaga supaya makanan itu tidak tumpah, tapi juga agar terhindar dari debu serta hinggapan lalat. Apalagi, rata-rata pedagang takjil memajang dagangannya di emperan jalan. “Ramadhan tahun 2016 kemarin memang tidak banyak yang terkena penyakit gangguan pernapasan, akibat pencemaran lingkungan dan makanan. Karena kami telah melakukan antisipasi terlebih dahulu. Tapi pada triwulan pertama di 2016 kemarin, ada 114 kasus penyakit menular yang diakibatkan pencemaran lingkungan dan makanan,” jelas Haris. “Sedangkan di tahun ini sampai dengan Bulan Mei, baru sekitar 15 kasus,” timpalnya.

Senada dengan itu, Rudolf O.E. Lumy. S.Si, Apt, Kepala Bidang (Kabid) Farmasi, Minuman dan Makanan Dikes Kota Gorontalo ketika ditemui Rabu (24/05) mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo dan Asosiasi Pangan dan Makanan Gorontalo.

Nantinya, ada sekitar 50 lebih produk takjil baik basah dan kering yang sudah dilakukan pengambilan sampel. Khusus instansinya sendiri, sekitar 29 produk takjil yang dinyatakan aman dari bahan pengawet. Serta kemasannya sesuai dengan standarisasi, yakni memiliki penutup dan aman. “Hasil pengambilan sampel yang kami lakukan, ada 29 produk yang aman dari bahan pengawet. Jenis pemeriksaan yang kami lakukan, terhadap Boraks, Rhodamin B, Metil dan Fork Detektion, semuanya negativ,” terang Rudolf.

Terhadap pemilik 29 produk itu, kata Rudolf, nantinya akan dibuatkan satu tempat dalam satu lokasi khusus takjil yang lolos uji sampel. Dan pengambilan sampel ini masih akan dilakukannya pada Jumat (26/05) nanti. “Sebelumnya kami telah melakukan sosialisasi tentang pengambilan sampel kue atau takjil ini. Dan bagi pedagang yang tidak mengikuti uji sampel, kemudian terjaring rajia atau operasi takjil nanti, terpaksa harus kami tindaki. Dengan cara menyita barang dagangan, dan di BAP,” tutur Rudolf.
Dan apa yang dilakukan Pemkot ini bukan diskriminatif, tapi lebih untuk menjamin kenyamanan umat muslim menjalankan ibadah puasa. (**/RG)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *