Tak Benar Perda Miras Dihapus

ilustrasi

RadarGorontalo.com – Peraturan daerah tentang Minuman beralkohol atau minuman keras di Kota Gorontalo, tidak dihapus. Hanya saja di tahun 2015, perda itu direvisi dan disesuaikan dengan hasil kajian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM). Hal itu diungkap Yudin Laliyo selaku Jubir Walikota, menjawab tudingan yang mengatakan pemkot menghapus perda miras.

“Perda larangan miras yang diterbitkan walikota sebelumnya, hasil kajian Kemenkum dan HAM tidak begitu kuat. Karena sebagian isinya terkesan masih membolekan miras dijual di lokasi tertentu. Maka dari itu Kemenkum dan HAM kembali mengingatkan pada Walikota Gorontalo Marten A Taha, untuk merevisi perda tersebut,” ujar Yudin.

Contoh kecil dampak dari ketidak kuatnya perda sebelum direvisi itu, bisa dilihat dari maraknya warung-warung kecil masih menjual miras berbagai jenis. Bahkan dampak dari rancunya perda tersebut, tidak mampu menekan angka kriminalitas di Kota Gorontalo yang terus bertambah.

Nah, di Pemerintahan Marten A Taha, perda tersebut lebih diperkuat lagi. Karena dampak dari miras ini sangat besar, termasuk menjadi pemicu terjadinya tindak kriminal. “Mengingat perda tentang larangan miras ini sarat kadar dan mekanisme SKP yang masih lemah, bahkan agak rancu isinya. Maka dilakukanlah revisi perda tersebut,” tegas Yudin kembali. (rg-62/rg-22)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *