Rab. Jun 19th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Tak Ada Koran Nomor Dua

1 min read
Haji Lala

Radar Gorontalo harus ganti nama lagi. Koran yang lahir dengan nama PROSES pada 4 Oktober 2004 silam ini, tercatat sudah 3 kali berganti nama termasuk dengan yg sekarang.

Pertama dari PROSES ke Tribun Gorontalo, dari koran kriminal berganti ke koran politik. Tapi itu hanya bertahan satu tahun, dan harus diganti dengan Radar karena itu seluruh grup di lingkungan Jawa Pos. Sekarang, nama Radar ditinggalkan dan diganti lagi.

Dan itu menjadi keputusan dalam rapat INN Group yang berlangsung di Ternate beberapa waktu lalu. Ada tiga nama yang diusulkan saat itu, pertama ‘Gorontalo 42’, Kedua ‘Gorontalo Baru’, Ketiga ‘Rakyat Gorontalo’.

Dari tiga nama itu, nama terakhirlah yang disetujui. Kenapa Radar harus berganti nama? alasannya, karena koran ini tak boleh terkesan sebagai koran nomor dua. “tidak boleh lagi ada koran nomor dua,” kata Komisaris Utama Imawan Mashuri.

Maka, kalau hari ini Radar berganti nama jadi Rakyat Gorontalo, itu karena koran ini harus menunjukkan jati dirinya sebagai koran politik terbesar di Gorontalo.

Sebenarnya, nama Rakyat Gorontalo sudah diusulkan sejak peralihan nama dari Tribun Gorontalo di tahun 2006 silam. Namun karena seluruh anak perusahaan Jawa Pos menggunakan nama Radar, maka diputuskan untuk menggunakan nama Radar.

Satu hal lagi, di logo Rakyat Gorontalo selain ada siluet patung Nani Wartabone, juga ada angka 42. Angka itu adalah angka keramat, karena di tahun 1942 Gorontalo sudah merdeka, dan rutin diperingati setiap 23 Januari. (hl)

Share

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan