Soal Pilpres 2019, Syarif : Rakyat Jangan Terpecah

Syarif Mbuinga

RadarGorontalo.com – Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga, punya sikap sendiri soal deklarasi #2019gantipresiden atau #2019tetapjokowi. Menurutnya perbedaan itu adalah hal biasa dalam politik.

Hanya saja yang menjadi kekhawatirannya adalah, masyarakat Pohuwato khususnya terjebak didalamnya, hingga berdampak pada perpecahan. Syarif pun menghimbau, rakyatnya untuk bisa menahan diri, dan tak perlu terlibat dalam aksi-aksi yang sebenarnya mereka sendiri tak paham tujuannya untuk apa.

Himbauan itu disampaikan Syarif, bukan untuk melarang masyarakat ikut terlibat dalam aktifitas politik. Hanya saja, Bupati dua periode itu, tak ingin rakyatnya ikut-ikutan dalam sebuah aksi, tanpa tahu esensi dari aksi itu sendiri. Hingga akhirnya, hanya gara-gara berbeda sikap politik, rakyat terpaksa harus berhadap-hadapan, dan perpecahan tak terhindarkan.

“Pohuwato sudah terbiasa dengan perbedaan. Dan perbedaan itu mampu menciptakan satu keindahan, harmoni dan kedamaian. Dalam rangka itu, saya mengimbau,¬†agar masyarakat tidak harus ikut-ikutan terkait dengan adanya rencana deklarasi untuk kubu manapun, yang dikhawatirkan dapat berpotensi memecah belah,” pinta Bupati dua periode itu.

Masih kata Syarif, dirinya yakni rakyat Pohuwato jauh lebih cerdas menyikapi masalah pilpres ini. Puluhan tahun hidup berdampingan dengan masyarakat dari latar belakang suku dan budaya yang berbeda, membuat rakyat daerah berjuluk Bumi Panua ini, mampu menghargai setiap perbedaan yang ada. Dan inilah yang membuat masayarakat Pohuwato tetap hidup rukun hingga saat ini.

“Justru dengan perbedaan itu selama ini kita mampu menciptakan keindahan dan kedamaian. Jangan sampai tercederai hanya karena ikut-ikutan dalam kegiatan politik yang belum dipahami. Saya tidak ingin masyarakat saya yang hanya karena diajak dan ikut-ikutan tanpa mengetahui dan memahami terkait dengan tujuan kegiatan tersebut malah jadi korban,” seloroh tokoh yang digadang-gadang maju di Pilgub 2024 itu.

Walaupun Syarif mengakui kegiatan tersebut bukan untuk berkampanye tetapi alangkah lebih baik bagi Syarif menunggu waktu kampanye. “Mohon bersabar sejenak. Tahapan kampanye kan rencananya 23 September sudah dimulai. Nah silahkan, itu kebebasan berdemokrasi. Intinya masyarakat Pohuwato saya harap bisa menahan diri dan menghormati perbedaan. Karena kita sudah terbiasa hidup dalam perbedaan. (yad)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.