Survei Populi: Kenaikan Elektabilitas Kedua Paslon Tak Signifikan

Ilustrasi: Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno (Koko/JawaPos.com)

RadarGorontalo.com – Jelang dua bulan waktu pencoblosan, Populi Center merilis survei terbaru terkait peta kekuatan elektabilitas paslon di pilpres 2019. Hasilnya, pasca debat pertama, kenaikan elektabilitas kedua paslon tidak terlalu signifikan.

Dalam survei yang dilakukan pada 20-26 Januari, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf naik dari 52 persen menjadi 54,1 persen dari Desember lalu. Sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandi naik dari 30,7 menjadi 31 persen.

Sementara itu, 14,9 persen respon belum memilih. “Hasilnya relatif sama dengan temuan survei pada bulan Desember sebelumnya,” kata Peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan di Kantor Populi Center, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, Kamis (7/2).

Setelah debat pertama, Dimas menuturkan, pemilih tetap yang memilih Jokowi-Ma’ruf Amin mencapai 90,8 persen. Namun, ada sekitar 6,2 persen masih mungkin berubah pilihan.

Di samping itu, pemilih tetap dari paslon Prabowo-Sandi sebesar 85,5 persen dengan kemungkinan pilihan berubah sebesar 11,3 persen. Kata Dimas, manfaat menonton debat pertama menjadi salah satu faktor kemungkinan pemilih berubah pilihannya dalam pilpres 2019.

Apalagi, kata dia, pemilih menonton debat untuk mengetahui visi misi paslon untuk bahan pertimbangan. “Manfaat apa yang didapat dari debat 33,9 mengatakan mengetahui visi kisi dan program kerja kandidat dan 10,8 membantu memberikan pertimbangan memilih pasangam calon,” ucapnya.

Sebagai informasi, survei dilakukan pada 1.486 responden yang tersebar pada 34 provinsi. Ada pun margin of eror sebesar 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (JPNN)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *