Stop, Bantuan Penyebab Banjir!

akibat banjir kabupaten Gorontalo

RadarGorontalo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, akhirnya memberlakukan aturan tegas, terkait dugaan penyebab bencana banjir, yang kerap melanda sejumlah wilayah di kabupaten paling terbesar di provinsi Gorontalo ini.

Yakni, dengan tidak akan lagi memberikan atau menyalurkan program bantuan, kepada mereka, para petani yang melakukan pembukaan lahan alias perambahan hutan atau perbukitan, secara ilegal. Untuk dijadikan mereka sebagai areal baru pertanian. “Misalnya, kepada petani atau pihak yang melakukan pembukaan lahan pada areal perbukitan yang lokasinya miring, yang notabene kita harapkan di lahan seperti itu, berfungsi untuk menahan air. Maka, atas kebijakan pak bupati (Nelson Pomalingo), mereka-mereka ini, tidak lagi akan kita (pemerintah) berikan bantuan, seperti benih, pupuk, dan peralatan bercocok tanam yang lazim dibutuhkan petani,” ujar Sekertaris Daerah (Sekda) Kabgor, Hadidjah Tayeb, saat dikonfirmasi RADAR Gorontalo disela-sela peninjauan lokasi pembangunan Sekolah Polisi Negara (SPN) Batudaa, selasa (06/06).

“Karena diduga, selain (banjir) kiriman dari daerah lain, bencana banjir yang kerap melanda di wilayah Kabgor ini, diduga pula karena adanya pembukaan lahan secara ilegal, di kawasan-kawasan yang semestinya harus dilindungi. Namun tidak disadari masyarakat, atau pihak yang melakukan perambahan ilegal itu.” imbuh dia lagi.

Sebagai kebijakan lanjutan dan alternatif, atas situasi dan kondisi di wilayah Kabgor, yang kian intens dilanda bencana banjir ini, Hadidjah menambahkan, pihaknya telah menyebarkan himbauan kepada aparat dan jajarannya, hingga ke pemerintah desa se Kabgor. “Untuk menggalakan kegiatan menanam atau penghijauan, di kegiatan pemerintahan mana pun. Instruksi ini, sudah disampaikan pak bupati, hingga ke semua pemerintah desa se Kabgor.

Termasuk di bulan Ramadhan seperti ini, disaat melakukan tarwih keliling. Agar pemerintah desa/kelurahan, hingga kecamatan di seluruh wilayah Kabgor, agar mengajak masyarakatnya, untuk gemar melakukan penghijauan di wilayahnya masing-masing. Meski bukan daerah yang rawan bencana alam, banjir maupun longsor,” tegas Hadidjah. (rg-28)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *