STOP Bangun Rumah di Danau Limboto

RadarGorontalo.com – Bupati Nelson Pomalingo mengaku sudah menghentikan izin pembangunan rumah di pesisir Danau Limboto. Terkait banyaknya rumah di pesisir danau yang terkena banjir, menurutnya itu adalah kesalahan perencanaan dari awal. Dan dirinya akan memperbaiki itu.

Ditemui usai memimpin upacara peringatan Hardiknas, Prof Nelson menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini Pemkab Gorontalo sudah tidak pernah mengeluarkan izin bangunan di areal danau Limboto. Soal rumah yang digenangi luapan air dari danau limboto ini memang wajar karena lahan itu memang milik air. Perencanaannya saja yang salah. Bantuan rumah dari Kementerian PUPR kemarin, harusnya direncanakan dengan baik. Kalau sudah seperti ini mau gimana lagi” ujar Nelson.

Sehingganya, Ia berharap jangan ada lagi perencanaan seperti itu. Dan karena ini sudah salah maka tugas saya adalah memperbaikinya. Nanti akan saya bahas kembali dengan OPD terkait, dan kalau memang dibutuhkan ke pusat, maka saya akan bicarakan ini ke Pemerintah Pusat, yang penting masyarakat saya bisa terselamatkan dari luapan air danau Limboto ini”, papar Nelson.

Sebelumnya, saat penyerahan bantuan untuk 97 kepala keluarga di Kelurahan Kayu Bulan Bawah korban banjir Danau Limboto, Gubernur Rusli Habibie sempat menyoroti soal rumah-rumah yang berada di bibir danau. Terkait dengan kondisi perumahan yang rawan banjir, Rusli mengaku rumah bantuan dari Kementrian PUPR itu sedari awal tidak ia setujui. Alasannya cukup logis karena berdiri di areal danau. Menjadi wajar jika setiap musim penghujan tiba rumah tersebut langganan banjir. “Dari awal waktu ada program dari Kementrian PUPR untuk membangun rumah di sini saya tidak setuju. Tapi kan izinnya dikembalikkan ke kabupaten,” tambahnya.

Ia menilai, upaya revitalisasi danau Limboto yang sudah dilakukan sejak tahun 2013 lalu cukup terganggu dengan masalah lahan. Pasalnya, di beberapa titik yang menjadi areal danau sudah dikuasai oleh masyarakat. Bahkan ada di antaranya yang sudah memiliki sertifikat tanah. Tanah yang ditinggal surut oleh air danau yang semakin berkurang. (Rg-52)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.