Srikandi Golkar Anti-Politik Uang, Gaet Pemilih Milenial

Sri Yoanty Luntaya S.Sos

RadarGorontalo.com – Pemilihan anggota legislatif 2019 mendatang menjadi peluang bagi anak-anak muda untuk mencoba peruntungan sebagai wakil rakyat.

Namun bagi Sri Yoanty Luntaya S.Sos, dia maju sebagai calon anggota DPRD dapil Telaga. Dia mengaku tertarik berkecimpung dalam dunia politik lantaran rasa keprihatinan terhadap perpolitikan Indonesia saat ini terutama dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Dimana minimnya pendidikan politik bagi kaum perempuan serta masih banyak money politic. “Niat tulus maju caleg, juga dibarengi keilmuan politik yang dimiliki.

Karena dirinya mengambil jurusan ilmu sosial dan politik di Universitas Sam Ratulangi. Wanita kemayu berusia 37 tahun ini maju berpolitik juga bukan hanya meramaikan atau mencukupi kuota caleg.

Sejatinya ingin mengubah wajah perpolitikan saat ini. Agar masyarakat lebih melek dengan politik. “Sekretaris KNPI Kabgor ini bukan saja bermodalkan kartu nama, namun lebih mengedepankan visi misi dan program.

Dirinya berkampanye lebih banyak memanfaatkan media sosial dan dominan menyasar kaum millennial dan anak muda. Sesekali waktu juga berkampanye di daerah pemilihan.

Sayangnya di lapangan masih ada sejumlah masyarakat yang bertanya. “Ada yang bertanya, ‘berapa modal uang yang dibawa, berapa biaya sudah disiapkan’.

Masyarakat bukan bertanya apa program dan visi-misi. Visi misi maju pileg kata Wakil ketua HIPMI ini, ingin memberikan pendidikan politik.

Karena semakin pendidikan politik baik, maka semakin masyarakat itu kritis dan dapat diberdayakan dan tahu politik praktis. Selain itu lebih memberdayakan kalangan anak muda, mampu berwirausaha, pemberdayaan perempuan lebih diutamakan.

“Kalau soal target suara dirinya untuk dapil Telaga bisa capai 2.500 suara. Sebagian besar suara dari kalangan anak muda. Dengan kantong suara terbesar berada di Telaga Biru, Telaga, dan Tilango.

Meski tidak dari keluarga trah politik. Sejatinya untuk mewakili generasi muda khusus keterwakilan perempuan sebagai anggota dewan. “Kita sadari keterwakilan perempuan sebagai dewan dan ikut berpolitik itu masih kecil.

Dan juga harus disadari keputusan dan kebijikan politik bisa mengayomi dan memberikan dampak yang lebih besar untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Ketua AMPI Kabgor ini.

Diakuinya suara yang akan diraih lebih banyak dari kalangan anak muda, pemilih pemula dan kaum perempuan. Memang itu basis massa berkampanye ke anak muda.

Dia mengaku memberanikan diri nyaleg sebagai modal investasi awal untuk keberlanjutan karier politik dan kaderisasi partai. Mengasah dan menguji mental sehingga lebih paham dan tahu politik, tukas satu-satunya srikandi di Exco Asprov Gorontalo ini. (*)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *