SPBU Nakal, Kurangi Takaran BBM

Ditemukan Tim Gabungan Saat Sidak

RadarGorontalo.com – Konsumen SPBU kini harus lebih berhati-hati. Modus mencurangi konsumen dengan mengurangi takaran BBM, sudah ditemukan di Gorontalo. Ini terungkap lewat sidak oleh tim pengawasan barang beredar Provinsi Gorontalo, Jumat (18/11) .

Ketika sidak di Kota Gorontalo tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian (Polda), Bea Cukai Provinsi Gorontalo, BPOM Gorontalo, Kejaksaan dan Satpol-PP Provinsi Gorntalo ini, menemukan adanya kecurangan disalah satu SPBU dengan modus mengurangi takaran, yang sudah melewati ambang batas toleransi sebagaimana ketentuan Kementerian terkait. “Kekurangan takaran bisa asal tidak melewati ambang yakni 100 ml (mililiter) pertiap 20 liter.

Nah, pada sidak kemarin ditemukan ada salah satu SPBU di Kota Gorontalo kekurangannya mencapai 170 ml per 20 liter. Ini sudah melampaui ketentuan yang berlaku,” kata ketua pengawan barang beredar Provinsi Gorontalo Dedy Idji, ketika bertamu ke Redaksi Radar Gorontalo, tadi malam.

Menurut Dedy, ketika ditemukan pihak berwjib sebetulnya bisa langsung melakukan penyegelan, namun pihak pengelola masih meminta waktu untuk mengklarifikasi, dan oleh tim, pengelola SPBU tersebut diberikan waktu hingga Senin hari ini, datang ke kantor Kumperindag Provinsi Gorontalo, Bidang Perdagangan.

Tim gabungan ini juga berencana akan melakukan sidak ke DEPO Pertamina Pabean, sekaligus akan melakukan pemeriksaan mobil tengki pengangkut BBM. “Karena menurut pengakuan pengelola SPBU, penguapan pengangkutan BBM sudah tidak wajar. Sehingga SPBU sering mengalami kerugian,” ungkap Dedy. Secara tidak langsung, kejadian ini menuntut kewaspadaan para konsumen saat akan melakukan pengisian bahan bakar di SPBU Pertamina manapun. Dan seharusnya, setiap SPBU di Provinsi Gorontalo harus sudah mengantongi sertifikat “Pasti Pas”. (rg-50)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.