Soal Asusila yang Dilakukan Oknum Aleg, Hais : Mereka Sudah Saling Memaafkan

BADAN Kehormatan (BK) DPRD Kota Gorontalo, Hais K. Nusi.

RadarGorontalo.com – Dituding menutup-nutupi tindak asusila yang dilakukan oknum aleg di DPRD Kota Gorontalo, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Gorontalo, Hais K. Nusi akhirnya angkat bicara. Dirinya mengakui, bahkan membenarkan adanya kejadian yang dilakukan salah seorang anggotanya di Komisi C. Namun soal BK yang menutup-nutupi kejadian ini, Hais coba meluruskan.

Sambil duduk menengadah di depan wartawan, Hais mulai bercerita. Dirinya selaku Ketua BK sebenarnya sudah menjalankan instruksi Ketua DPRD Kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo, 2 bulan yang lalu. “Iya, kasus ini sudah cukup lama. Dan saya menganggap bahwa kejadian ini sudah tidak ada lagi yang perlu di permasalahkan. Sebab keduanya sudah saling memaafkan,” kata Hais.

Sayangnya kabar ini kembali mencuat di media sosial (Medsos) hingga ke DPRD tingkat II, alias warung kopi. “Ketika si pelaku dan si korban sudah saling memaafkan, apalagi yang harus dipermasalahkan. Apalagi yang harus saya tindak lanjuti ke tingkat BK,” sentil Hais.

Sebelumnya, Hais Nusi telah mempertemukan si pelapor dan terlapor ini dikediamannya. Dan cukup masuk akal, Hais ingin meneliti secara internal dulu sebelum masalah ini dibawa ke rana BK. “Bukan berarti saya menutup-nutupi persoalan ini. Tapi ini menyangkut nama baik orang. Jangan sampai berita ini belum tentu benar adanya,” tutur Hais.
Mekanisme di badan kehormatan, tambah Hais, baru bisa berjalan ketika pelapor dan terlapor tidak saling memaafkan. Jadi dalam kasus ini antara terlapor dan pelapor sudah selesai. Terkecuali, pihak partai yang bersangkutan melakukan protes. “Itu lain lagi, karena ini menyangkut masalah partai. Ketika partai yang bersangkutan menyatakan keberatan dengan perlakuan terlapor, maka saya wajib melaksanakan. Meskipun pelapor sudah memaafkan,” jelas Hais.

Namun sampai dengan saat ini, DPRD Kota Gorontalo belum menerima surat yang dimaksud. “Selama ini partai yang bersangkutan tidak pernah menyurat ke DPRD. Jadi bukannya BK tidak mau bertindak. Tapi pihak partai belum menyurat, jadi kita tidak boleh buat apa-apa. Hanya saja ini sudah mulai bermunculan di medsos. Dan ini menyangkut nama lembaga DPRD, maka saya harus luruskan,” pungkas Hais. (rg-63)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.