Skenario Golkar di Gorut, Mau Menang, Harus Saling Ikhlas

RadarGorontalo.com – Pilkada Gorut makin asik untuk diikuti, walaupun berbicara Pilkada Gorut hanya terpumpun pada 4 figur saja yakni Indra Yasin, Roni Imran, Thoriq Modanggu dan Thomas Mopili. Itu pun Indra dan Thoriq telah menyatakan diri berpasangan sehingga tinggalah Roni Imran dan Thomas Mopili.

Ini terjadi bukan karena Gorut miskin kader, tapi konsentrasi pemilih di Gorut selama ini memang hanya terpusat pada 4 figur tersebut, sehingga kemungkinan salah satu skenario yang biasanya ditakuti oleh incumbent yakni head to head di Pilkada Gorut akan terjadi. Sebab rumus politik untuk mengalahkan incumbent itu hanya ada dua, pertama, head to head dan yang ke dua hasil survei incumbent itu sendiri tidak lebih dari 50 persen. Sementara hasil survei terakhir menunjukkan elektabilitas incumbent posisi dukungan ke Indra Yasin ada di angka 25.8 persen, posisi ke dua ditempati Indra Yasin, ke tiga Thoriq dan ke empat Thomas Mopili dengan angka dukungan 7,4 persen.

Sehingga menurut survei ini sesuatu yang wajar jika incumbent tinggi, apalagi incumbent sudah 7 tahun menjadi kepala daerah. Hanya saja posisi 25,8 persen untuk seorang incumbent yang sudah 7 tahun menjabat, sangat tidak aman karena angka tersebut kecil dan tidak bagus untuk seorang incumbent. Akibatnya tak ada satupun kandidat yang mencapai dukungan Ideal di atas 30 persen dan tingginya Swing Voters sebesar 60,6 persen, membuat Pilkada Gorut menjadi menarik karena ke empat figur ini punya peluang yang sama memenangkan perhelatan politik tersebut.

Sementara kalau berbicara untuk memaketkan Roni Imran dan Thomas Mopili, kuncinya hanya satu yakni jika mereka berdua ini ingin jadi pasangan ideal, kedua figur ini harus saling ikhlas. Semua memang punya peluang yang sama, tapi ingat, Roni maupun Thomas sama-sama punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Benar Roni adalah seorang incumbent, tapi sama seperti Indra Yasin, dia bukanlah incumbent yang kuat, apalagi dia tidak punya partai. Sementara Thomas Mopili punya partai, tapi elektabilitasnya sangat rendah jika dibandingkan dengan Roni Imran.

Sehingga itu, sebagaimana bocoran yang diperoleh Radar Gorontalo, skenario terakhir yang dicoba dimainkan oleh orang-orang tertentu untuk menyatukan kedua figur ini adalah, baik Thomas maupun Roni didesak harus saling ikhlas pada kenyataan politik masing-masing. Di mana, Golkar ikhlas memberikan DM 1 F ke Roni Imran, namun dengan persyaratan mantan Ketua PAN Gorut tersebut ikhlas masuk Partai Golkar. “Info terakhir pak Haji Roni sudah iyakan itu,” kata sumber Radar, tadi malam.

“Tapi ingat, pak Haji Roni harus juga ikhlas mengakui dan menghargai kekuatan politik pak Thomas Molipi, karena biarpun bukan dengan pak Haji Roni, Golkar tetap bisa mengusung calon sendiri,” tambah sumber tersebut. Sementara untuk Thomas, diskenario tersebut Thomas didesak ikhlas kalaupun dipencalonan nanti tidak harus DM 1 F.

Ini terpaksa dilakukan demi mememangkan Pilkada Gorut, karena untuk membujuk agar Roni Imran mau masuk Golkar, Thomas harus juga menunjukkan sikap yang benar-benar ikhlas dengan posisinya di Pilkada nanti. “Karena dari dua syarat mengalahkan incumbent, dua-duanya sudah ada di Gorut. Sehingga pak Indra itu bukan calon yang sulit dikalahkan, tapi untuk melawannya, baik pak Thomas maupun Roni harus baku ikhlas. Intinya mereka berdua kalau ingin menang, maka janganlah egois,” saran sumber tersebut membocorkan skenario yang sedang diupayakan saat ini. (rg-50)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.