Sex Bebas, Makan Korban

ilustrasi (Anwar/RG)
ilustrasi (Anwar/RG)

RadarGorontalo.com – Pemerintah daerah, kepolisian hingga aparat desa atau kelurahan, harus lebih rajin melakukan razia di kos-kosan hingga rumah kontrakan. Kasus penemuan dua mayat bayi di Limboto, yang diduga hasil hubungan gelap itu, bukti kurangnya pengawasan. Masyarakat pun mendesak, aparat terkait memberikan sanksi pemilik kos yang membiarkan penghuni kosnya, bebas berduaan dengan pasangannya dalam kamar.

Sungguh biadab, orang tua yang tega membuang seorang anak balita yang tidak berdosa itu, kedalam sumur yang teletak di dalam salah satu kos-kosan yang berada di Kelurahan Kayu Bulan, Kecamatan Limboto. Bayi ini ditemukan keluraga pemilik kos, yang saat itu tengah mencuci pakaian dekat sumur tersebut. Setelah mencium aroma yang tidak sedap, keluarga pemilik kos-kosan itu kemudian menelusuri arah aroma yang sangat menyengat dan akhirnya dia kaget melihat bayi berjenis kelamin laki-laki berada dalam sumur. “Saya punya spupu, langsung memberitahu saya bahwa ada mayat bayi dalam sumur, di kos-kosan saya,” ujar Valentino, yang juga pemilik kos.

Tak menunggu lama Valentino, langsung menghubungi pihak Polres Gorontalo, untuk melaporkan bahwa ditemukan seorang mayat bayi dalam sumur di kos-kosan miliknya. Pihak kepolisian pun, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditempat penemuan mayat bayi.

Berbagai macam spekulasi muncul dalam kejadian itu, ada yang mengatakan bahwa sosok mayat balita itu, hasil dari hubungan gelap. Karena takut ketahuan, akhirnya dengan terpaksa pelaku menggugurkan kandungannya. Bahkan beredar kabar, dari warga setempat ada dua orang penghuni kos-kosan yang meminta ijin, untuk pulang kampung dengan alasan sakit.

Sementara itu Kapolres Gorontalo AKBP. Purwanto, dikonfrimasi melalui Kanit SPKT Polres Gorontalo IPDA. Sandra Amalia, menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan dari pemilik kos, sekitar pada pukul 09.00 Wita, ditemukan sosok mayat bayi dalam sumur. Kemudian kata Sandra, dengan cepat pihkanya langsung mendatangi TKP. Dijelaskannya, umur mayat bayi yang berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan sekitar kurang lebih dua hari. “Saat ini masih kita akan lakukan penyelidikan terhadap kasus ini, dan nantinya akan kita panggil beberapa saksi yang menemukan mayat tersebut,” ketusnya sembari menambahkan, kasus penemuan mayat bayi ini sudah kedua kalinya terjadi. Sebelumnya pada Minggu, (20/11), ditemukan juga sosok mayat bayi dalam kardus yang dibuang dalam sungai di Kelurahan Kayu Bulan. “Kita juga akan melakukan penyelidikan lebih dalam terkait penemuan bayi ini, apakah ada kaitannya dengan penemuan mayat bayi dalam kardus yang dibuang ke sungai,” ketusnya. Saat ini mayat bayi tersebut, dibawa ke rumah sakit Aloei Saboe, untuk dilakukan otopsi. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *