Sengketa Lahan, PT. Pelindo Vs Keluarga Lamani

SUASANA kunjungan lapangan gabungan Komisi A dan C, DPRD Kota Gorontalo, bersama Ketua DPRD Kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo, ke lokasi lahan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) cabang Gorontalo, di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Senin (30/7).

RadarGorontalo.com – Alih-alih bersiap melakukan pembebasan lahan, PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) harus berhadapan dengan pihak keluarga yang mengklaim tanah itu milik mereka. Menariknya, Keluarga Lamani yang mengklaim kepemilikan tanah itu, menolak mengugat ke pengadilan, karena menganggap tanah itu milik mereka dan tak mungkin pemilik menggugat tanah sendiri. Persoalan inipun sedang ditangani DPRD Kota Gorontalo.

Walaupun tak mengantongi bukti kuat seperti sertifikat, pihak keluarga Lamani bersikeras kalau lahan itu milik mereka, berdasarkan surat hak milik yang dibuat tahun 2006 silam. Sedangkan PT. Pelindo membeli tanah tersebut dari keluarga Suleman Idrus yang mengantongi 4 sertifikat kepemilikan atas tanah itu.

DPRD Kota Gorontalo dipimpin Ketua Fedriyanto Koniyo bersama unsur gabungan komisi pun, turun langsung meninjau lahan yang disengketakan itu di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Senin (30/7). “Jadi keluhan ini sudah disampaikan ke kami sejak bulan Ramadan dan di kediaman saya langsung bersama sejumlah bukti-bukti oleh keluarga Lamani. Namun pada saat itu kami di DPRD belum bisa enindaklanjuti karena disibukkan oleh kegiatan pilkada,” ungkap Ketua DPRD.

Usai turun lapangan, masalah ini pun langsung dibawa dalam rapat gabungan komisi bersama pihak-pihak terkait. Pihak BPN pun membuka ruang bagi pihak keluarga Lamani untuk menggugat hal tersebut, berdasarkan bukti-bukti yang dikantongi mereka. Namun oleh pihak keluarga Lamani menolak melakukan gugatan, karean menurut mereka lahan tersebut adalah milik mereka. “Jadi kami tetap pada pendirian kami, menunggu gugatan dari pihak Pelindo. Sebab, sejak dulu sampai saat ini tanah tersebut dalam kekuasaan kami,” tandas perwakilan dari keluarga Lamani.

Inipun sempat memancing keheranan dari semua yang hadir dalam rapat itu. Secara, yang mengantongi sertifikat saat ini adalah PT. Pelindo, jadi mustahil mereka yang menggugat. Lagi-lagi, Keluarga Lamani disarankan menggugat karena itu adalah satu-satunya jalan memperoleh keadilan. Sebab, dalam waktu dekat, sesuai penuturan dari pihak Pelindo, pihaknya akan segera melakukan pembangunan di lokasi yang telah dilakukan pembebasan lahan. (rg-63)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *