Senator RI Gelar Buka Puasa Bersama

Suasana buka puasa yang digelar Anggota DPD RI di Handaleya Cafe, Jumat (9/6)

RadarGorontalo.com – Anggota DPD Ri Rahmiyati Yahya menggelar buka puasa bersama sekaligus mensosialisasi 4 pilar kebangsaan bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo di Cafe Handaleya Limboto, Jumat (9/6).

Selain itu juga, kegiatan ini juga dihadiri Asosiasi Mantan Camat (AMC) serta para tokoh adat. Dihadapan masyarakat, senator RI tersebut menyampaikan adapun empat pilar yang dimaksud yakni, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Sehingga dengan memahami 4 piler kebangsaan diharapkan dapat menjadi momentum guna meningkatkan kebersamaan dan memberikan harapan yang akan meningkatkan kualitas dan produktifitas kerja.

Fungsi 4 pilar kebangsaan, lanjut Rahmiyati Yahya harus digelorakan agar spritnya tetap menjadi landasan generasi muda sebagai pemimpin masa depan dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semboyan Bhineka Tunggal Ika diciptakan karena secara sosial bangsa Indonesia plural dan mustahil diseragamkan. DImana 4 pilar kebangsaan merupakan hasil rumusan Founding Fathers atau para pendiri bangsa yang selayaknya kita interpretasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk kembali meneguhkan bangsa yang beragam ini pemimpin harus menjadi kunci utama dalam pelaksanaan amanat Pancasila. “Praktek dari empat pilar kebangsaan ini harus selalu ditularkan pada masyarakat dan pemimpin,’ tukasnya.

Sementara itu Ustadz Azis Ali yang juga tampil sebagai pembicara menambahkan pengenalan aspek ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan dimasyarakat sehingga dapat mendeteksi dini setiap permasalahan.

Dia menambahkan dasar Negara Indonesia perlu kembali disosialisasikan kepada masyarakat apa pengertiannya. Ia mengatakan, karena itulah diakui orang belajar firasat yang berarti mencari kebenaran sedalam-dalamnya, kemudian menghasilkan sikap hidup arif bijaksana.

Demikian pula para pemikir (Filosof) dianggap manusia berilmu dan bijaksana. “Nilai firasat berwujud kebenaran sedalam-dalamnya bersifat fundamental, universal dan hakiki karena dijadikan firasat hidup oleh pemikir dan penganutnya.

Sistem firasat mengandung nilai fundamental dan universal sebagai tersurat dan tersirat dalam ajaran sistem firasat pancasila,” tandasnya. (RG-31)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *