Selingkuhi Istri Orang, Oknum Kades Dipolisikan

RadarGorontalo.com – Oknum Kades di Kabupaten Boalemo berinsial SP (30an) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran diduga terlibat perselingkuhan dengan MI (21) yang tidak lain merupakan warganya sendiri. SP dilaporkan oleh suami dari MI.

Saat diwawancarai RADAR Gorontalo, sang Suami mengaku sudah lama mendengar informasi tentang dugaan perselingkuhan tersebu. Namun dia masih belum percaya dengan kabar yang sering disampakan oleh sejumlah orang. Hingga akhirnya pada Sabtu (12/11)sore dirinya mendapatkan telepon langsung dari istri si oknum Kades “Waktu itu saya ada di Pinolosian, Kotamobagu. Saya mendapat telpon dari ibunda (istri kades,red), yang menyampaikan bahwa dia mendapatkan istri saya di sebuah kos di Desa Mohungo Kecamatan Tilamuta.

Selain istri saya, dia bilang di kamar kos itu ada pakaian dan sepatu milik suaminya. Bahkan, di dinding-dinding kamar, ada foto istri saya dan suaminya,” bebernya. Mendengarkan kabar itu, Suami MI langsung pulang ke Botumoito, Minggu (15/11). Tak lama berselang, oknum kades pun diadukan ke polisi.

Memang, suami dari MI ini, mengaku istrinya telah meninggalkan rumah selama kurang lebih 9 bulan. Menurutnya, kepergian MI tanpa sebab. “Saya dengan istri tidak ada masalah apapun. Waktu itu, saya pamit untuk pergi bekerja. Saat pulang ke kerja, istri saya sudah tidak berada di rumah dan tidak memberikan kabar,” ungkapnya. Ketika istrinya pergi, dirinya sempat melaporkan hal itu kepada kepala desa. “Waktu dengar istri saya kabur, kepala desa mengajak saya untuk mencari istri saya. Tapi kami tidak menemukannya,” ucapnya.

MI sempat pulang ke rumah pada Lebaran Haji belum lama ini. Namun kedatangannya, hanya untuk menjemput pakaian yang masih tersisa dirumah. “Setelah itu, tidak pernah kembali dan tak pernah memberi kabar kepada saya,” kenang sang suami. Hingga kemudian, ia mendapatkan kabar bahwa oknum Kades yang pernah membantu dirinya untuk mencari sang istri itu, malah berselingkuh dengan istrinya. “Saya sangat kecewa. Makanya, saya memilih untuk menempuh jalur hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Botumoito, IPTU Abubakar Rahim didampingi Kanit Reskrim Bripka.Arwan Indhe saat dikonfirmasi awak media ini, Kamis(24/11)kemarin, membenarkan adanya laporan itu. Menurutnya, hingga kini pihaknya telah memeriksa sebanyak 7 orang. “Tersangka dan saksi kini sudah diperiksa,” ucapnya. Ia menegaskan, perkara ini masih dalam tahap penyelidikan. Selanjutnya, Kapolsek menyatakan bahwa perkara ini masuk dalam kategori delik aduan. Dan kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 284 KUHP tentang perzinaan. (RG-59)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.