Ming. Mei 26th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Sekda Bonebol Harapkan Setiap OPD Adakan Tes Urine

2 min read
Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma saat memberikan sambutan pada  Rakor Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah, di Hotel Maqna Gorontalo, Kamis (14/2)

RadarGorontalo.com – Dalam rangka menekan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintah Kabupaten Bone Bolango, khususnya Aparat Sipil Negara (ASN), Sekretaris Daerah Ishak Ntoma berharap agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan tes urine setahun sekali.

Hal ini disampaikan Sekda Ishak Ntoma dihadapan 30 peserta utusan instansi terkait di Lingkup Pemkab Bonebol pada kegiatan Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah, di Hotel Maqna Gorontalo, Kamis (14/2).  “Tes urine ini sangat penting dalam rangka deteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan ASN.

Tes urine merupakan deteksi dini penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu isi dari Instruksi Presiden No 16 Tahun 2018 dan Instruksi Bupati Bone Bolango No 80 Tahun 2018 tentang implementasi rencana aksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkotika (P4GN) 2018-2019.

“Kita sedang menghadapi tiga masalah besar bangsa yang berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, yakni merosot kewibawaan negara, melemahnya sendi-sendi perekenomian nasional karena bisnis gelap narkoba merugikan negara, serta merebaknya intoleransi dan krisis kepribadian bangsa, ungkap Sekda.

Narkoba telah menjadi penyakit kronis yang menyebabkan kerusakan otak, ketergantungan dan lostgeneration. “Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pintu masuk penyelundupan narkoba”, kata Sekda.

Terlebih lagi kita adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, sehingga menjadi pasar yang menggiurkan bagi bisnis ilegal narkoba. Untuk itu kita harus mengambil peran dalam menggalakkan kampanye anti narkoba di setiap kesempatan, tandasnya.

Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo, BrigJend Pol. Drs. Oneng Soebroto, SH, MH menyampaikan bahwa masalah narkoba di Indonesia semakin kompleks.

Peserta rakor yang berasal dari utusan instansi terkait di Lingkup Pemkab Bonebol 

“Dahulu kasus narkoba biasanya cuma menimpa artis dan pejabat di tingkat pusat, sekarang merebak ke seluruh tanah air sampai ke kampung-kampung dan desa-desa,” kata Kepala BNNP ini.

Jenderal bintang satu ini pun menyayangkan adanya aparat, baik itu ASN, TNI, maupun Polri yang terlibat kasus narkoba. Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan penyalahgunaan narkoba di tubuh birokrasi, pemerintah telah mengeluarkan berbagai aturan, seperti Surat Edaran Mendagri No. 21 Tahun 2013 dan Surat Edaran Menpan RB No 50 tahun 2017.

“Seiring berjalannya waktu, hal ini dirasakan kurang maksimal, sehingga Presiden Joko Widodo mengeluarkan Inpres No. 6 Tahun 2018. “Alhamdulillah Bupati Bone Bolango langsung bertindak cepat dengan mengeluarkan Instruksi Bupati Bone Bolango No. 80 Tahun 2018, terangnya.

Jenderal Oneng Soebroto berharap setiap OPD bisa langsung bekerja. “Dalam rapat koordinasi ini kami mengharapkan implementasi dan rencana aksi masing-masing OPD.

Mungkin sudah ada yang melaksanakan. Silakan lanjutkan. Bagi yang belum, semoga bisa langsung action,” pesannya. Dia menambahkan, implementasi Inpres dapat dilakukan sesuai Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing instansi.

“Misalkan Kesbangpol, ada kegiatan tentang bela negara, kamtibmas, radikalisme dan sebagainya di kalangan pemuda, sisipkan P4GN sekitar 5-10 menit, tukasnya.

Sementara itu Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, menyampaikan rencana kunjungan kepala BNN RI, Komjen Pol Heru Winarko, S.H. sekitar akhir bulan Maret nanti akan merencanakan apel bersama yang akan dihadiri 5.000 relawan bersih narkoba yang In Shaa Allah dikukuhkan langsung Kepala BNN RI, tutupnya. (*)

Share

Tinggalkan Balasan