Sehari, Ribuan Botol Miras Masuk Gorontalo

Ribuan Miras yang terjaring razia (istimewa)

RadarGorontalo.com – Ini warning atau peringatan yang untuk kesekian kalinya, diharapkan oleh jajaran Deprov Gorontalo, membutuhkan kerja sama dari semua pihak, menyangkut pemberlakuan izin penjualan minuman keras (miras) dari pemerintah, berikut dukungan kerja samanya dari instansi-instansi penegak hukum di provinsi Gorontalo. Terkait peredaran miras dan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dari pemerintah provinsi akan pengawasan dari peredaran miras itu sendiri. Karena tidak dipungkiri, menurut para wakil rakyat di Parlemen Puncak Botu ini, dampak dari menegak miras, masih mayoritas sebagai penyebab kekacauan dan tindak pidana kriminalitas di provinsi Gorontalo.

Dimana, dari data yang dihimpun jajaran Badan Legislasi (Banleg) Deprov Gorontalo, saat melakukan evaluasi akan sejumlah Perda, kemarin, terungkap jika pendistribusian atau penyaluran akan miras, untuk satu jenis saja dari miras golongan B, rata-rata masuk ke wilayah provinsi Gorontalo, sebanyak 1000 (seribu) krat, atau 24 ribu botol per hari. Yang lebih mencengangkan lagi, ada 72 ribu botol kosong miras, yang diangkut keluar dari provinsi Gorontalo, per hari. “Itu hanya hitungan dalam skala harian, untuk satu jenis miras golongan B saja, di data tersebut. Berarti, jika dihitung bulanan dan tahunan, ada jutaan botol miras yang masuk dan keluar menjadi botol kosong, ke dan dari provinsi Gorontalo, melalui jalur darat. Itu (data tersebut) belum termasuk miras dari jenis dan golongan lain. Seperti dari jalur kapal laut, yang kabarnya 3 (tiga) kontainer masuk setiap harinya ke Gorontalo,” ungkap anggota Banleg Deprov, Manaf Abidin Hamzah, dalam rapat kerja Banleg tersebut, dengan SKPD mitra kerja terkait.

“Jika sampai sebanyak itu, 72 ribu botol kosong dari miras golongan B yang keluar setiap hari dari Gorontalo, berarti hanya isinya (dari botol tersebut) yang tertinggal di Gorontalo., ckckck,” guman Wakil Ketua Banleg Deprov, Ulul Azmi Kadji, saat memimpin rapat itu. “Olehnya, ini menandakan ‘PR’ kita (pemerintah) semakin banyak. Yang kami harapkan, ada partisipasi dan dukungannya dari instansi terkait, kepolisian dan sebagainya, untuk mari bersama-sama memberantas dampak dari akibat menegak minum minuman keras ini,” harap jajaran Banleg Deprov Gorontalo.

CONTOHI NELSON

Pada kesempatan itu juga, jajaran Banleg Deprov, memberi apresiasi akan penegakan Perda Pengawasan dan Peredaran Miras, yang telah dilakoni sejumlah kabupaten/kota di provinsi Gorontalo. Salah satunya, yang terinformasi masuk ke jajaran Banleg Deprov, yang telah dilakoni oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo. Dimana, Nelson telah memproses dan mencabut izin pada sedikitnya 3 tempat penjualan miras di daerahnya, yang diduga telah melanggar ketentuan yang berlaku. (rg-28)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.