Saudagar Timur Tengah Buru Potensi Agroindustri dan Perikanan Gorontalo

Pengusaha Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Kuwait, Yordania, Aljazair, Mesir, Yaman, Suriah dan Direktur Timur Tengah Kemlu RI, Nurul Aulia, Duta Besar RI Yordania, Teguh Wardoyo, dan Duta Besar RI Mesir, Helmy Fauzy, serta 7 pejabat fungsi ekonomi perwakilan RI di Timur Tengah, bersama Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim
Pengusaha Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Kuwait, Yordania, Aljazair, Mesir, Yaman, Suriah dan Direktur Timur Tengah Kemlu RI, Nurul Aulia, Duta Besar RI Yordania, Teguh Wardoyo, dan Duta Besar RI Mesir, Helmy Fauzy, serta 7 pejabat fungsi ekonomi perwakilan RI di Timur Tengah, bersama Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim

Nilai Investasi Capai Trilyunan

RadarGorontalo.com – Potensi pertanian dan perikanan-kelautan sepertinya jadi primadona di IMEU 2016. Lihat saja jagung, kakao, kopi hingga hasil laut seperti ikan Tuna jadi incaran para pengusaha Timur Tengah (Timteng). Melihat produksi saat ini, nilai investasi untuk sektor agroinduatri bisa capai miliaran hingga triliyunan rupiah. Hanya saja yang jadi pertanyaan, mampukah petani dan nelayan Gorontalo meningkatkan jumlah produksi yang besar untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Contohnya seperti jagung. Tahun ini Gubernur Rusli Habibie menargetkan produksi 1 juta ton dan 2017 mendatang yakni 2 juta ton jagung.

Namun tak hanya agroindustri, bidang lain seperti pengembangan energi listrik panas bumi dan briket (blok bahan yang dapat dibakar) digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api, juga mengoda hati para pengusaha kaya, seperti pengusaha Mesir dan Yordania. Contohnya Mesir, selain tertarik dengan potensi panas bumi Suwawa dengan potensi 110 Mega Watt listrik, dengan luas WKP 36.110 hakter, juga mereka tertarik investasi Kopi Robusta. Bagaimana tidak, selain hubungan Mesir dengan Indonesia selama ini sangat baik, ternyata 30 persen kebutuhan Kopi Robusta di Mesir didatangkan dari Indonesia.

Selain Mesir, Yordania juga tertarik berinvestasi di sektor perikanan, khusus ikan Tuna. Duta Besar RI Yordania Teguh Yardoyo mengatakan, kemampuan para pengusaha Yordania untuk membeli ikan Tuna yakni 50 ribu ton. Sehingga kalau ini terwujud, pasti akan meningkatkan kesejahteraan para petani Gorontalo, karena harga beli para investor ini sangat tinggi.

Bagaimana tidak, kalau kita mau hitung-hitungan. Baru investasi para pengusaha Timur Tengah ini dibidang kelautan, sudah sangat menguntungkan para nelayan Gorontalo. Ikan tuna sirip biru dan kuning yang paling mahal di Indonesia, harganya hanya berkisar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per kilogram, sementara harga jual ikan segar tuna sirip kuning dan biru di pasar ekspor bisa mencapai Rp 1,2 juta per kilogram, sehingga jika dikali dengan 50 ribu ton kebutuhan Mesir, sudah ada Rp 50 triliun. Belum juga jagung, jagung Gorontalo rencanannya akan mereka beli dengan harga tertinggi yakni Rp 3.400 sampai 3.600 rupiah perkilogram, sehingga dikali dengan 2 juta ton sebagaimana terget Gubernur Rusli Habibie, sedikitnya ada 6,8 triliun rupiah uang beredar di Gorontalo. Belum mereka tertarik dengan kakao yang harga perkilonya Rp 20 ribu sampai 30 ribu rupiah perkilogram, begitu juga briket yakni Rp 2.500 sampai 3.500 harga dalam negeri perkilogramnya.

Sementara kegiatan promosi dagang, investasi, dan pariwisata bertajuk Indonesia-Middle East Update (IMEU) 2016, yang diselenggarakan atas kerja sama antara Kementerian Luar Negeri RI dan Pemprov Gorontalo di Provinsi Gorontalo ini, dihadiri staf ahli bidang diplomasi ekonomio Kementerian Luar Negeri, Ridwan Hasan. Pada sambutannya ia menyampaikan potensi investasi di Provinsi Gorontalo sangat menggiurkan.

Pada acara ini, hadir 30 pengusaha yang berasal dari Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Kuwait, Yordania, Aljazair, Mesir, Yaman dan Suriah. Selain para pengusaha, hadir pula Direktur Timur Tengah Kemlu RI, Nurul Aulia, Duta Besar RI Yordania, Teguh Wardoyo, dan Duta Besar RI Mesir, Helmy Fauzy, 7 pejabat fungsi ekonomi perwakilan RI di Timur Tengah, serta pejabat perwakilan kedaulatan besar Mesir dan Kuwait, serta Islamic Development Bank (IDB) di Jakarta.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam sambutannya memberi jaminan kepada para pengusaha Timur Tengah tersebut selama mereka berinvestasi di Gorontalo. Mulai dari jaminan politik, keamanan hingga administrasi kewenangan pemerintah daerah. “Saya jamin, mulai dari jaminan politik, keamanan hingga kebutuhan para investor selama berinves di Gorontalo saya jamin, sebatas kemampuan dan kewenangan saya,” kata Gubernur menjamin para pengusaha Timur Tengah tersebut. Pada sesi temu bisnis usai pembukaan tadi malam, Gorontalo menawarkan/mempersentasikan potensi Panas Bumi Suwawa potensi 110 MW listrik, dengan luas WKP 36.110 Ha. Telah dilakukan survey gravity, geolistrik, dan geomagnet, diperoleh interpretasi data geosains terdapat dua daerah prospek panas bumi yaitu di sekitar mata air panas Libungo dan mata air panas Lombongo.

Sementara Kabupaten Gorontalo menawarkan kerjasama investasi pengembangan resort Pentadio seluas 12 Ha, secara terintegrasi menjadi kawasan wisata, terapi spa kesehatan air belerang dan hiburan. Mata air panas belerang yang tidak berbau dapat mengobati penyakit kulit, kolesterol.

Wisata Bahari, Provinsi Gorontalo menjadi tujuan wisata bahari yang dikunjungi kapal-kapal domestik maupun internasional. Rencana pengembangan beberapa pulau seperti pembangunan cottages di Pulau Saronde seluar 8 Ha, pembangunan kawasan wisata akuakultur di Pulau Mohinggito seeluas 12 Ha, serta pembangunan pulau Huha yang masih alami. (Joint dengan mitra local: PT. Gorontalo Alam Bahari). Beberapa pelayaran internasional yang telah berlabuh di pulau Saronde antara lain 2015 kunjungan kapal pesiar ( cruise) Perancis yang memiliki rute Australia- Filipina/ ASEAN berkapasitas 300 orang, dan 20 yacth dari Australia, serta kunjungan 81 yacht dari luar negeri yang telah terjadwal untuk tahun 2016.

Olele Marine Park: Taman laut Olele menjadi salah satu destinasi wisata yang digemari terutama oleh para pencinta diving/snorkeling dan photografi dalam laut. Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menyusun masterplan pengembangan Kawasan Taman Laut Olele. Peluang kerjasama investasi yang ditawarkan adalah pembangunan layanan wisata lengkap dengan pemandu dan peralatannya, pembangunan homestay serta angkutan bagi wisatawan.

Industri dan Perdagangan: Rencana pendirian pabrik kertas untuk memanfaatkan hasil pengelolaan hutan tanaman industri (HTI) seluas 40.000 Ha ( joint dengan PT. Gema Nusantara Jaya dan Gorontalo Citra Lestari /Katingan Group ). Pengembangan pemasaran produk Kakao. Potensi kakao 30.783 Ha, Luas lahan 14.494. Ha, produksi 2.948 ton/thn. Agroindustri dan produk kelautan rencana pengembangan produksi pembenihan jagung, padi dan kedelai di Kawasan Wonosari. Ketersediaan lahan kurang lebih 126 ha. Sebagai catatan kebutuhan benih padi untuk Provinsi Gorontalo 1.3 juta kg pertahun.

Pembudidayaan udang Vanname di wilayah Provinsi Gorontalo (Pohuwato, Boalemo, Gorut). Produk udang beku Gorontalo selain memenuhi permintaan dalam negeri juga diekspor ke Jepang. Konsep Peternakan Sapi Terintegrasi pengembangan peternakan sapi yang terintegrasi di gagas oleh KADIN Kota Gorontalo, dengan menggunakan pola kandang koloni yaitu gabungan kandang-kandang kelompok dijadikan menjadi satu kawasan agar memperoleh manfaat efisien dan efektif untuk pembudidayaan sapi bibit, sapi perah dan sapi potong, produksi pakan ternak sampai dengan produksi pupuk organic kotoran sapi. (rg-50)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.