Satu Mahasiswa jadi Korban Tawuran

ilustrasi
ilustrasi

RadarGorontalo.com – Mahasiswa IAIN Sulatan Amai Gorontalo, terlibat tawuran yang melibatkan massa yang berasal dari luar kampus. Ironisnya, persoalan itu sudah mengarah pada isu primordial antara Bolamongondow Utara (Bolmut) dan Gorontalo.

Atas insiden itu, salah satu mahasiswa asal Gorontalo menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan mahasiswa asal Bolmut. “Torang anak Bolmut mania. Ngoni Gorontalo sadiki,” ujar salah satu masa dengan nada tinggi.

Beberapa menit kemudian, kedua belah pihak yang berpolemik dimediasi oleh Wakil Rektor III bagian kemahasiswaan Said Subhan. Dalam mediasi itu, menghasilkan kesepakatan damai antar kedua belah pihak. Namun setelah keluar dari ruangan, tiba-tiba sekelompok orang yang tidak dikenal langsung menyerang korban Fahri Paramani (23), dengan membabibuta.

Akibatnya korban mengalami luka tusukan di sebelah kanan pantat korban. “Saya dikeroyok orang yang saya tidak kenal, mereka berjumlah kurang lebih 20 orang,” ketusnya saat diwawancarai di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Multazam.

Menurut Ketua Panitia Orientasi studi dan pengenalan kampus (Sospek) IAIN Aslan Hamzah, pertikaian ini berawal dari beberapa mahasiswa yang ingin menggagu proses ospek yang sementara berlangsung. Hingga akhirnya terjadi perkelahian antara sebagian mahasiswa dengan panitia.

“Namun masalah itu kami sudah anggap aman, karena sudah dimediasi oleh Warek III,” ketusnya sembari menambahkan tidak lama kemudian beberapa orang langsung melakukan penyerangan dalam kampus hingga akhirnya salah satu panitia menjadi korban penikaman. “Ada beberapa orang diantara 20 orang mahasiswa itu, ada yang berasal dari luar kampus IAIN, bahkan sudah ada preman yang ikut menyerang kami,” tegasnya. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *