Satu Jamaah Haji Kabgor Meninggal

Ramli S Mile, berbalut kain Ihramnya saat disemayamkan di salah satu maktab, usai melakukan wukuf. Senin (12/9) . (f.istimewa)
Ramli S Mile, berbalut kain Ihramnya saat disemayamkan di salah
satu maktab, usai melakukan wukuf. Senin (12/9) . (f.istimewa)

RadarGorontalo.com – Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Satu jamaah haji Ramli S Mile asal Kabupaten Gorontalo, meninggal dunia pukul 11.62 Waktu Arab Saudi atau sekitar pukul 16.15 Wita sore kemarin. Belum diketahui, apa penyebab meninggalnya almarhum yang dipastikan sudah dikebumikan di sana.

DR. Marwan Razak Kepala Kementrian Agama Kabupaten Gorontalo, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, hingga kini pihaknya masih menunggu tambahan informasi dari tanah suci. ” penyebab meninggalnya almarhum, kami belum tahu. Dan sampai saat ini kami masih menunggu informasi dari petugas pendamping dan kesehatan utusan Provinsi Gorontalo yang bertugas di tanah suci,”ungkap Marwan, yang mengaku kabar duka itu, sudah diberitahukan ke pihak keluarga almarhum. “Kami sebagai pemerintah, juga merasa kehilangan. Karena kami berharap, semua jamaah haji asal Kabupaten Gorontalo akan kembali. Kami hanya bisa merencanakan, tapi ALLAH lah yang menentukan semuanya,”ungkap Marwan.

Sementara itu, dikutip dari Jawa Pos, har pertama pasca pelaksanaan wukuf kemarin, kepadatan memenuhi jalan-jalan yang menghubungkan kawasan mina dengan Jamarot (tempat melempar jumrah). Tak ada sarana transportasi yang bisa mengakses kawasan itu. Alhasil, banyak Jamaah Indonesia yang tersesat setelah melempar jumroh dan hendak kembali ke maktab masing-masing.

Sementara itu, dikutip dari laman kemenag.go.id, tercatat sudah 100 orang jamaah haji asal Indonesia yang wafat di Saudi. Lebih dari 150ribu jemaah haji Indonesia telah selesai menyelesaikan prosesi puncak haji, wukuf di Arafah. Seteleh menginap (mabit) di Muzdalifah, Senin (12/09) hari ini, jemaah haji sudah berada di Mina untuk mabit di sana sampai dengan 14 September bagi yang mengambil nafar awal dan 15 September untuk yang nafar tsani.

Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, mencatat sehari pasca Arafah, tercatat total 100 jemaah haji Indonesia yang wafat di Saudi. Delapan orang di antaranya, meninggal di Arafah pada 8 – 9 Dzulhijjah kemarin. “Kalau yang meninggal di Arafah ada delapan orang, tapi yang wafat pada hari Arafah (9 dzulhijjah) hanya lima, yang tiga wafat di pemondokan Arafah pada 8 dzulhijjah,” demikian penjelasan Penghubung Kesehatan dr. Ramon Andreas di Daker Makkah, kemarin. Ramon juga belum bisa memberikan kepastian, soal apakah ada penurunan jamaah yang wafat. Hanya saja, Ramon menilai kalau jemaah haji cukup disiplin untuk tetap berada di tenda saat menjalani proses wukuf. Hal ini antara lain ditandai dengan menurunnya layanan antar jemaah haji yang tersesat jalan untuk kembali ke tenda maktabnya.

Menurut Ramon, keberadaan water fan juga cukup membantu memberi kelembaban dan mendinginkan suhu ditenda. Per hari ini, suhu udara mencapai 42 derajat celcius, sementara riil feel nya mencapai 52 derajat. Adapun kelembaban hanya 22%, ujar Ramon. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *