Satpol PP Tertibkan PKL di RS.Dunda

Penertiban PKL didepan RS Dunda kemarin oleh Satpol PP. (Foto : Fian/RG)
Penertiban PKL didepan RS Dunda kemarin oleh Satpol PP. (Foto : Fian/RG)

RadarGorontalo.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gorontalo, selasa (6/12) melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dilingkungan Rumah Sakit (RS) Dunda Kecamatan Limboto.

Kurang lebih 8 tempat jualan yang diamankan oleh Satpol PP pada operasi kemarin. Kepala Satpol PP Husain UI saat ditemui diruang kerjanya kemarin menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan tindaklanjut dari beberapa persoalan seperti kenyamanan rumah sakit, aktifitas lalu lintas yang terganggu karena ada aktifitas jual beli didepan rumah sakit. Selain itu, persoalan Adipura dan akreditasi rumah sakit juga menjadi salah satu point dilakukan penertiban ini. Karena hal yang tidak mungkin Daerah bisa meraih piala Adipura kalau kondisi lingkungannya seperti itu. Begitu juga halnya dengan akreditasi rumah sakit.

Lebih lanjut, Husain juga mengutarakan jika pihaknya sudah berulang kali memberikan peringatan kepada para pedagang agar mengindahkan larangan melakukan aktifitas jual beli di trotoar depan rumah sakit itu, hanya saja hal itu tidak diindahkan sehingga penertiban ini adalah jalan satu-satunya.

Sementara itu, sejumlah pedagang yang ditemui awak koran kemarin mengakui jika penertiban ini memang sudah wajar. “Ya, kami akui kami salah, kami masih berjualan disini karena kami lihay masih ada juga pedagang lain”, ujar salah seoranf pedagang. Tapi hal ini berbeda dengan Jaura Mooduto selaku pedagang nasi bungkus. Ia bersikeras bertahan ditempat itu, bahkan Ia sempat melakukan perlawan keras terhadap Satpol yang melakukan penertiban lapak jualannya. “Saya tidak mau tahu, saya jualan disini untuk kebutuhan hidup saya”, teriak Jaura yang mendapat sahutan dari warga sekitar. Tak puas dengan hal itu, Jaura pun mendatangi kantor Satpol PP dan meminta agar meja-meja tempat jualannya agar dikembalikan. “Kase pulang kita pe meja”, teriak Jaura lagi.

Akan tetapi, Kasat Satpol Husain UI kembali menjelaskan jika pihaknya sudah sangat paham dengan kondisi para pedagang. Ia sudah memberikan kebebasan bagi para pedagang untuk berjualan dilokasi itu mulai pukul 06.00 sore, karena kalau pagi dan siang hari, aktifitas dirumah sakit maupun akses lalu lintas sangat padat sehingga aktifitas jual beli itu sangat mengganggu. “Ya, kami sudah berikan kelonggaran mulai pukul 6 sore”, jelas Husain. (RG-52)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.