Sapi Anthrax Rata-rata Bibit Lokal, Ini penyebabnya…

Endapan Danau Limboto Diduga Penyebabnya

RadarGorontalo.com – Sudah dua daerah yang ternak sapinya terindikasi terkontaminasi virus antrahx. Dari data Dinas Peternakan Provinsi Gorontalo, di Kabupaten Gorontalo tepatnya Desa Batu Layar ditemui ada 20 ekor sapi, sedangkan Kabupaten Bone Bolango baru 3 ekor temuan di Desa Tingkohubu. Korban manusia akibat mengkonsumsi, ataupun terpapar darah ternak mengandung anthrax pun berjatuhan.

Bicara sejarah anthrax, ternyata dari pengakuan Agustina Kilapong Kabid Dinas Peternakan Provinsi Gorontalo, saat ditemui Jumat (17/06), virus anthrax pertama kali terungkap pada tahun 1957, itu dari pengakuan pelaku sejarah. Nah, dari penelusuran yang dilakukan pihaknya kata Agustina, virus anthrax kembali mewabah sejak pengerukan Danau Limboto dimulai. “kami sudah mengirimkan beberapa sample tanah, untuk diuji,” ungkapnya.

Dipaparkan Agustina juga, untuk kasus di Bone Bolango tepatnya di Desa Tingkohubu. Ada tiga ekor sapi yang diduga mati karena Anthrax, dan itu dibenarkan, setelah pihaknya melakukan uji sampel tanah tempat sapi-sapi itu. Untuk daerah lain, seperti Pohuwato, Boalemo dan Gorontalo Utara, masih terbilang aman dari penyebaran virus ini. Masih penjelasan Agustina, rata-rata ternak sapi yang terapapar virus ini adalah bibit sapi lokal, sedangkan untuk bibit sapi yang diadakan lewat program pemerintah terbilang aman. Karena seluruh bibit diambil dari salah satu wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan yang tidak terjangkiti virus ini.

Disisi lain, Agustina pun menepis anggapan pemerintah tak serius menangani anthrax. Menurutnya, segala upaya saat ini sudah dilakukan, termasuk menyebar vaksin. Memang diakuinya, saat ini kurangnya sumber daya manusia (SDM) hingga pendanaan, menjadi masalah. Saat ini saja, jumlah tenaga dokter hewan baru 4 orang.

Agustina pun menghimbau kepada masyarakat, untuk menghindari virus ini menjangkiti manusia, maka daging yang sudah dibeli, harus dimasak dengan suhu 100 derajat celcius. Ini akan mematikan seluruh bakteri didalamnya, hingga layak dikonsumsi. Ditanya kenapa operasi hanya dilakukan di pasar tradisional? kata Agustina, untuk beberapa pasar modern seperti supermarket, rata-rata punya tim sendiri yang melakukan pemeriksaan awal, sebelum daging dijual dan layak dikonsumsi. (rg-34)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.