Sakit Usai Dihukum Guru, Siswa SD Meninggal

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Hisam Tanani seorang buruh tani di Kabupaten Boalemo, hanya bisa tertunduk lesu kala putri satu-satunya meninggal dunia, Selasa (30/1). Belum diketahui penyebab kematian Ratni Tanani bocah yang masih duduk di bangku kelas Dua SDN 05 Botumoito itu. Namun beberapa hari sebelum meninggal dunia, Ratni sempat dipukul oleh gurunya hanya gara-gara tidak menyelesaikan pekerjaan rumah yang diberikan wali kelas.

“papa saya ini sudah kerja tugas” demikian kata-kata terakhir Almarhum Ratni kepada sang Ayah sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Data yang diperoleh Radar Gorontalo, beberapa hari sebelum kematian korban, bocah yang baru berumur 9 tahun itu, bersama enam orang rekannya mendapat hukuman dari wali kelas berinsial AN, dengan cara dipukul menggunakan kayu di bagian pantat.

Hisam Tanani Ayah korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu menuturkan, hukuman dari wali kelas terhadap anaknya itu, terjadi Kamis (25/1). Diduga akibat pukulan di pantat yang diterima anaknya, membuat korban Ratni mengeluhkan sakit di badan hingga kemudian mengalami demam. Dengan kondisi itu, Hisam pun membawa putrinya itu ke dokter untuk diperiksa. “Waktu pulang sekolah anak saya mengeluh sakit dibagian belakang, dan badannya sudah panas jadi saya langung bawa kedokter,” terang Hisam.

Sayang, walaupun sudah berobat, Ratni tak kunjung sembuh, hingga tak bisa bersekolah selama dua hari. Hingga Selasa kemarin tepatnya dini hari, bocah perempuan yang berkulit hitam manis itu, akhirnya meninggal dunia. Yang lebih memilukan lagi, sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Ratni sempat berucap kepada sang Ayah, kalau tugas yang diberikan oleh wali kelasnya itu sudah selesai dikerjakan. ” Papa saya ini sudah kerja tugas tapi disuruh hapus sama teman – teman,” urai Hisam dengan terbata-bata. Nampak kesedihan mendalam di matanya.

Jasad Ratni yang merupakan anak satu – satunya dari Hisam langsung dikebumikan dirumah keluarga Hisam di Desa Bendungan Kecamatan Managgu pada Selasa kemarin, mengingat Hisam yang saat ini hanya menumpang dirumah kerabatnya di Kecamatan Botumoito. Saat pemakaman, AN wali kelas korban tidak datang.

Sementara itu, Undrawan Yusuf Kepala Sekolah yang baru menjabat di SD 5 Botumoito tersebut mengaku belum mengetahui detil informasi tersebut. Meski demikian dalam wwktu dekat pihaknya akan memanggi guru yang bersangkutan untuk meminta keterangan dan memberikan pembinaan. “Saya belum tau pasti informasi lengkapnya, nanti saya akan bicara dengan yang bersangkutan untuk mencari tau kejadian sebenarnya, juga akan memberikan pembinaan,” pungkasnya.

Meski pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Ratni, namun saat ini pihak kepolisian Polsek Botumoito juga masih melakukanpenyelidikan untuk mendalami motif sebenarnya atas meninggalnya Ratni Tanani. (Tr-65/RG-45)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *