Saatnya Pesantren Mandiri Secara Ekonomi

penandatanganan kerjasama antara Kepala BI Perwakilan Gorontalo Suryono dengan Ustadz Haka yang mewakili Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Jumat (4/8).

BI Teken Kerjasama Dengan Salafiyah Syafiiyah 

RadarGorontalo.com – Kedepan, jika pilot project yang di gagas Bank Indonesia ini sukses, maka pesantren-pesantren yang ada di Gorontalo, akan menjadi pilar-pilar baru kekuatan ekonomi di daerah. Dan Jumat (4/8), BI Perwakilan Gorontalo melakukan penandatangan kerjasama dengan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah. Kerja sama ini intinya bertujuan, untuk menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan agama yang memiliki kemandirian secara ekonomi.

Usai penandatanganan kerjasama, Kepala BI Gorontalo Suryono menyampaikan, saat ini di Indonesia tercatat ada sekitar 29 ribu pesantren dengan jumlah santri berkisar 4 juta orang. Secara politis, pesantren sudah menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sayang, menurutnya dari sisi kemandirian ekonomi, harus diakui banyak yang perlu dibenahi. Saat ini, mayoritas pesantren masih bergantung kepada bantuan dari pemerintah maupun donatur lainnya.

Nah, lanjut Suryono, dan alangkah baiknya bantuan itu, sebagian bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan pemberdayaan ekonomi. “idealnya, selain belajar agama, di pesantren juga harus ada upaya-upaya memberdayakan ekonomi,” ungkapnya. Suryono pun mengaku bangga, ada pesantren di Gorontalo khususnya Salafiyah Syafiiyah Randangan Kabupaten Pohuwato yang telah memulai itu. Dan setelah melalui serangkaian survey, akhirnya kami memutuskan untuk menjalin kerjasama. “di Islam itu kan ada, Aqidah, Syariah dan Muamalah. Nah, di muamalah inilah yang coba kami maksimalkan,” timpalnya lagi. Dan ditambahkan, jika program percontohan ini sukses, maka akan bisa diikuti pesantren lainnya.

Sementara itu, Ustadz Haka salah satu pengasuh ponpes Salafiyah Syafiiyah menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerjasama dari BI ini. Sehingga santri nantinya, tak hanya dapat bekal agama, tapi juga lifeskill. Sehingga alumni pesantren, bisa lebih mandiri.

Dikatakannya juga, pesantren Salafiyah Syafiiyah, sejak lama sudah dikembangkan beberapa sektor usaha, seperti mebeuler, hingga home industri panganan berbahan jagung. beberapa sektor ekonomi, mulai dari perkebunan, peternakan dan perikanan, beberapa tahun silam sudah dijalani. “kami berharap, dari kerjasama ini, bisa mendongkrak produktifitas usaha-usaha yang ada di Ponpes,” ungkapnya.

Sementara itu Iksan dari BI Gorontalo menuturkan, program ini adalah pertama kali dilaksanakan, dan menjadi pilot project. Menurutnya, dengan kerjasama ini maka potensi-potensi ekonomi yang ada di pesantren bisa dieksplore dengan baik, dan bedampak pada pemberdayaan ekonomi bukan hanya internal pesantren tapi juga lingkungan sekitarnya.

Hal senada juga disampaikan Unggul Priyatna. Menurutnya, kerjasama dengan ponpes sudah melalui proses cukup lama, kira2 setahun lebih. Ada keinginan, salah satu ponpes di Gorontalo bisa sukses secara ekonomi. Intinya, ada harapan para santri dari ponpes Salafiyah Syafiiyah, tak cuma membawa bekal pendidikan tapi juga bisa mandiri. Dan semoga kerjasama ini tak cuma sampai disini. (rg-34)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *