Saat Pusat Pesimis, Syarif Justru Optimis, Angka Kemiskinan Pohuwato Turun

Bupati Syarif Mbuinga kala memimpin rapat evaluasi Rabu (19/7)

RadarGorontalo.com – Jika pemerintah pusat mengakui sulit menurunkan angka kemiskinan sebagaimana yang disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga justru merasa optimis kalau angka kemiskinan di daerah yang berjuluk Bumi Panua akan menurun.

Terbukti, diawal periode kedua Bupati Syarif Mbuinga bersama wakilnya Amin Haras berhasil menurunkan angka kemiskinan. Tahun 2015 angka kemiskinan 22,43 persen dan tahun 2016 turun menjadi 21,17 persen. Turun sekitar 1,26 persen. “Alhamdulillah terjadi pengurangan. Ini tidak lepas dari satu instrumen kebijakan yang kita lakukan lewat program ekonomi kerakyatan yang langsung menyasar ke masyarakat,” ungkap Bupati Syarif Mbuinga saat berbincang-bincang dengan awak media sambil menunggu dimulainya waktu Sholat Isya di masjid agung Baiturrahim tadi malam.

Nah, ditahun 2017 ini ada program rumah gratis untuk warga miskin yang dikenal ‘Rumah Sehat Komunal’ yang sudah dimulai pembangunannya dari ujung timur, Kecamatan Paguat beberapa waktu lalu. Syarif begitu yakin program ini akan efektif untuk menurunkan angka kemiskinan. Alasannya, dengan adanya program ini pemerintah daerah mudah untuk mengintervensi warga miskin karena sudah tinggal dan menetap dalam satu kawasan. “Saya yakin ini efektif, karena mereka yang kita sasar adalah mereka yang benar-benar membutuhkan, lantas kita bangunkan dalam satu kawasan. Kenapa harus dibangun dalam satu kawasan ? Yang ada dipikiran dan benak saya adalah untuk memudahkan berbagai intervensi. Kalau mereka berada dalam satu kawasan, berbagai program peningkatan ekonomi masyarakat, itu tertuju ke mereka. Jadi, mudah untuk mengevaluasi, mudah untuk mengawasi, juga untuk bisa melihat langsung sudah sejauh mana progressnya, sudah sampai sejauh mana manfaat programnya, apa yang kurang dan masalahnya dimana,” jelas Bupati Syarif.

Bupati dua periode ini juga menambahkan, untuk menurunkan angka kemiskinan ini juga tidak lepas dari peran aparaturnya. Nah untuk mendorong kinerja mereka, Bupati Syarif menjanjikan reward bagi aparaturnya dengan meningkatkan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), asalkan angka kemiskinan bisa berkurang. “Tidak lepas dari mental dan komitmen aparatur. Alhamdulillah ini sudah mulai terbangun. Kita mampu turunkan angka kemiskinan lima sampai enam digit, maka reward saya ke aparatur adalah saya tingkatkan TKD,” tutup Syarif mengakhiri bincang-bincang semalam. (RG-58)

Berita Terkait

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *