Saat Persiapan Upacara Bendera, Siswa SD di Gorontalo Tewas Tertimpa Pohon

Almh Widya Napu saat dievakuasi dari lokasi kejadian menuju rumah sakit.

RadarGorontalo.com – Maut memang tak bisa diduga. Senin (4/9), Warga Bone Bolango kembali berduka, setelah dua orang siswa yang masih duduk di kelas 2, SDN 12 Kabila Desa Toto Selatan, tewas menggenaskan akibat pohon tempat mereka berteduh dari teriknya matahari saat upacara bendera, tiba-tiba saja tumbang.

Senin kemarin, suasana begitu cerahnya. Rencananya, para siswa SDN 12 Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila pada pukul 07.00 Wita tepat, akan menggelar upacara bendera. Para siswa yang sudah hadir 30 menit sebelumnya, terlihat asyik bermain di halaman sekolah. Berbeda dengan rekan-rekannya yang lain, Mohamad Fazrin Bantali (7) bersama Widya Napu (8), Mohamad Fauzi Lasantu (9) dan Akbar Maulana Lahati (9) memilih duduk berteduh di bawah pohon.

Naas bagi keempat bocah ini. Tidak ada pemicunya, tiba-tiba pohon tempat mereka berteduh roboh. Dahan pohon yang begitu besar, menindih tubuh mereka yang kecil. Pagi hari yang begitu ceria berganti dengan teriakan histeris siswa yang lain. Pihak sekolah dan warga sekitar yang mencoba memberikan pertolongan. Naas, Mohamad Fazrin Bantali (7) dan Widya Napu (8) nyawa mereka tak tertolong.

Benturan yang cukup kuat, membuat keduanya tewas di lokasi kejadian. Sedangkan dua orang lainnya Mohamad Fauzi Lasantu (9) dan Akbar Maulana Lahati (9) masih bisa selamat, kendati dalam kondisi luka-luka di sekujur tubuh. Keempat korban pun langsung dilarikan warga ke rumah sakit. Tangis histeris keluarga korban tak bisa dibendung, saat mengetahui dua orang bocah ini sudah meninggal dunia.

Kapolsek Kabila, Iptu Abdul Wahid Tambipi membenarakan adanya kejadian pohon pelindung tumbang. Dimana ke empat pelajar yang menjadi korban dua antaranya meninggal dunia akibat benturan hebat oleh dahan pohon besar.” Korban yang meninggal dunia yaitu Fahjrin Bantali (8) dan Widyawati Napu (7) dan tercatat sebagai siswa kelas dua di SD Negeri 12 Kabila .” ujar Iptu Abdul Wahid Tambipi.

Sementara itu, mendengar informasi kejadian itu , Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Ishak Ntoma yang langsung datang ke lokasi kejadian mengatakan pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh instansi untuk memeriksa dan memperhatikan setiap pohon.”Kita akan memeriksa dan memperhatikan setiap pohon yang ada di sekolah, rumah atau perkantoran, jangan sampai ada yang dapat membahayakan warga dan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi lagi hal seperti ini,” pungkasnya. Akibat aktifitas belajar mengajar di SD Negeri 12 dihentikan sementara. (tr-10/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.