Rusli Harus Menangkan Golkar, Masa Jabatan Ketua Hanya Sampai 2024

Ketua DPD 1 Golkar Rusli Habibie saat melakukan kampanye (foto-dok)

RadarGorontalo.com – Kabar tentang Rusli akan hengkang ke PDIP ternyata sangat mengguncang kader-kader Golkar.

Betapa tidak, disaat kader-kader Golkar sangat membutuhkannya, Rusli malah akan meninggalkan Golkar, apalagi rencana kepergian Rusli itu pada momen yang sangat tidak tepat.

Di tahun politik ini, semua kader Golkar tengah mempersiapkan diri menghadapi pertarungan di Pileg. “Golkar benar-benar kehilangan ruh jika RH pergi,” kata Fikram Salilama.

Terus terang, berita tentang Rusli akan bergabung dengan PDIP, membuat kader-kader Golkar lemas. Memang berita itu membuat para kader berada diantara percaya dan tidak.

Masalahnya ini politik semua bisa terjadi, makanya semuanya cemas. Jika RH benar-benar pergi, maka habislah Golkar. Pasti semua Caleg Golkar akan kehilangan semangat, kehilangan motivasi dan kehilangan percaya diri.

Ibarat Real Madrid tanpa Ronaldo, tidak ada apa-apanya. Rusli tipe Ketua Partai yang tidak membebani kadernya. Selama ini, kata Fikram, mereka para Aleg tidak diwajibkan membantu membiayai partia.

“Beliau (RH, red) mengeluarkan dana pribadi untuk membiayai partai,” katanya. Bayangkan kalau benar RH akan meninggalkan Golkar, bagaimana nasib partai ini pada Pileg nanti.

“Alhamdulillah, dengan pernyataan beliau di RAGORO, bahwa tidak akan meninggalkan Golkar telah membuat kami semua bangkit, meskipun sempat tiarap,” katanya.

Memang, selama ini Golkar selalu mujur karena dapat ketua-ketua yang punya nama besar. Pertama, Ahmad Pakaya, setelah itu datang Fadel Muhammad.

Setelah itu muncul Rusli Habibie. Lalu, setelah Rusli siapa?. Golkar harus memiliki Ketua yang kuat punya nama besar.

Sejumlah kader Golkar berharap, Rusli bisa mengawal Golkar sampai 2024 agar bisa mengawal Golkar di Pilgub. (RG)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *