Rusli Genjot Pertanian dan Pariwisata

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berjabatan tangan dengan Presiden RI Joko Widodo saat menghadiri Rakernas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Jakarta. (f.Biro Setpres)

Dari Rakernas Tim Pengendali Inflasi Daerah

RadarGorontalo.com – Gubernur Rusli Habibie akan mengevaluasi kinerja SKPD, terutama peningkatan pendapatan dan investasi dibidang pertanian dan pariwisata. Hal ini ditegaskan Rusli, setelah menerima instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pembukaan rakernas tim pengendalian inflasi daerah (TPID) yang dibuka langsung oleh Presiden Jokowi, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Dihubungi via telepon, Rusli mengatakan akan mendesak Dinas Pertanian dan Pariwisata untuk lebih inovatif dalam meningkatkan ekspor jagung dan sektor pariwisata, Gorontalo agar lebih terkenal sampai ke mancanegara. “Walaupun produksi jagung kita sudah tembus 1 juta ton, tapi saya belum berpuas diri. Begitu juga sektor pariwisata, walaupun beberapa agenda telah masuk kalender wisata nasional, namun saya menilai bidang pariwisata masih belum maksimal pengembangannya,” ungkap Rusli Habibie.

Sementara itu, dalam sambutannya Jokowi menjelaskan, Indonesia saat ini menghadapi dua masalah besar. Kedua masalah ini harus segera dicari jalan keluarnya. “Pertama saya ingin sampaikan problem besar ketidakpastian global sulit diprediksi karena kebijakan sekarang ini memang pada posisi transisi menuju titik normal yang baru. Ini masa transisi sehingga persiapan, antisipasi harus terus kita lakukan dalam merespons perubahan,” papar Jokowi. Sehingga itu Jokowi berpesan kepada para Gubernur yang hadir dalam rakernas itu, agar bersama mendongkrak investasi di setiap daerah. Investasi tersebut lebih diarahkan yang memiliki orientasi ekspor atau investasi yang termasuk substitusi barang-barang impor. “Suruh bangun investor itu, perusahaan itu, karena ini yang kita butuhkan. Jangan mikir panjang-panjang, jangan ditanya macam-macam sehingga batal investasi di daerah bapak-ibu semua,” ujar Jokowi. Presiden juga mengatakan sektor pariwisata harus dibuka lebar-lebar di setiap daerah. Hal ini akan membantu penerimaan devisa negara. (rg-50)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *