Rujukan Menanti, Keluarga Terkendala Biaya

Martin Amrain (2) dalam kondisi perut membuncit, saat dipangkuan Ibunya Titin S Gani. (Foto : 89_rg)

Bayi 2 Tahun Pengidap Tumor Ginjal,

RadarGorontalo.com – Titin S Gani, tak kuasa menyembunyikan kesedihannya saat berbincang dengan Radar Gorontalo, Jumat (23/2). Martin Amrain anak pertamanya yang baru berusia 2 tahun 4 bulan, divonis dokter mengidap tumor ginjal. Dengan profesi sang suami Manan Amrain hanya sebagai petani, keinginan untuk mendapatkan pengobatan rasanya mustahil, karena biayanya yang sangat mahal.

Laporan : Indra Bakari

Sore itu (23/2), saat jam menunjukkan pukul 17.05 disalah satu sudut ruangan di gedung anak di Rumah Sakit MM Dunda Limboto tampak ramai. di sisi kiri ruangan, nampak seorang ibu tengah memeluk anaknya yang tengah terbaring di pangkuan dengan kondisi perut membesar. Martin Amrain nama anak kecil itu, warga Desa Upomela Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo.

Tak nampak ceria di wajah balita yang baru berumur 2 tahun 4 bulan itu. Yang ada hanya, Martin sesekali merintih menahan rasa sakit di perutnya. Sang ibu Titin S Gani, terlihat mencoba menghibur dan menenangkan Martin.

Titin pun mulai menceritakan ikhwal penyakit yang diidap anaknya itu. Sejak lahir, Martin tidak menunjukkan tanda kelainan apapun. Barulah dua bulan belakangan, perut Martin mulai terlihat membuncit, namun dirinya tidak mengeluh kesakitan. Untuk jaga-jaga, Martin pun dibawa ke dokter untuk didiagnosa. Kala itu, dokter hanya mengatakan kalau Martin cacingan. Setelah diberikan obat dalam resep, perut Martin mulai mengempis. Tapi itu tidak lama, dua hari kemudian perut Martin kembali membesar.

“Sempat ada kerabat yang mengatakan anak saya ini mungkin kena guna-guna ilmu hitam. Tetapi, saya dan suami tidak percaya,” ujar Titin. Seiring berjalannya waktu, kondisi perut Martin semakin membesar dan menghalangi aktivitasnya. Kali ini, perut yang membesar itu mulai diselingi dengan rasa sakit. “tidak kuat ini hati, lihat Martin tersiksa dengan rasa sakit,” keluh Titin.

Akhirnya, Selasa (21/2) pagi, dalam kondisi melemah, keluarga membawa Martin ke Puskesmas Bongomeme untuk ditangani secara medis. Namun tak jauh beda dengan diagnosa yang dilakukan dokter sebelumnya, lagi-lagi pihak puskesmas tidak bisa mendiagnosa pasti penyakit yang diderita Martin. “Pihak puskesmas hanya mengatakan kalau perut anak saya mungkin saja kembung. Namun kalau kembung tidak mungkin dalam waktu yang lama,” tukas Titin.

Sampai pada akhirnya Martin pun dibawa oleh keluarga ke Rumah Sakit MM Dunda, sore harinya. Bak disambar petir, dokter akhirnya memvonis Martin mengidap penyakit tumor ginjal. “Setelah diagnosa barulah pihak rumah sakit mengatakan kalau anak saya mengidap penyakit tumor ginjal. Kalau dari awal saya dan keluarga tahu penyakitnya, mungkin sejak awal sudah dilakukan tindakan medis yang lebih intens,” tutur Titin yang matanya mulai berkaca-kaca.

Dengan penyakit yang dideritanya ini, pihak rumah sakit pun menyarankan agar Martin dirujuk ke rumah sakit yang ada di Manado ataupun Makassar, guna mendapat penanganan serius. Ingin rasanya, rujukan itu dipenuhi. Tapi apa daya, keluarga tak punya biaya. Manan ayah Martin, hanya berprofesi sebagai petani biasa.

Jaminan kesehatan, berupa BPJS sebenarnya bisa menolong Martin. Namun karena keluarganya belum memiliki kartu jaminan kesehatan, semua pun teras sangat berat. Titin pun hanya berharap, ada dermawan yang menolong Martin.

Beruntung, kondisi Martin itu, sampai ke telinga orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo. Bupati Nelson Pomalingo pun, menyempatkan diri melihat kondisi Martin, Jumat kemarin. Tak banyak bicara, Bupati langsung menyatakan kesiapannya membantu biaya pengobatan Martin, dan segera dirujuk ke Manado untuk dirawat intensif. Tak cuma bupati, kabar itu juga didengar Rustam Akili. Beliau, juga ikut menyerahkan bantuan dana guna meringankan beban keluarga.

Saat ini, sembari keluarga mengurus kartu jaminan kesehatan, Martin tinggal menunggu waktu untuk dirujuk ke Manado. Titin berharap, bantuan yang diberikan, bisa mengembalikan senyum di wajah anak semata wayangnya itu. Dan dirinya hanya bisa berdoa, semoga bantuan para dermawan dibalas oleh Allah SWT. (**/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.