Rindu Sang Pencerah, Mengenang Sosok Mohamad Thayeb Gobel

Jelang Haul Gobel Tua.

Oleh : Nurhadi Yayan Taha

Ibu Tien Soeharto bersama Pak Thayeb M Gobel (Istimewa)

RadarGorontalo.com – Peradaban Gorontalo jauh sebelum era kemerdekaan dikenal sebagaai daerah yang punya Nilai – Nilai Luhur dan kejayaan yang besar, Kejayaan Gorontalo dibuktikan dengan luas wilayah kekuasaannya hingga ke daerah Bolaang Mongondow Utara dan sebagian daerah di Sulawesi tengah seperti Buol dan Toli-Toli.

Kerajaan Gorontaalo terdiri dari beberapa kerajaan kecil yang disebut dengan Linula yang tercatat dalam sejarah sebanyak i 17 kerajaan yang dipimpin oleh para Raja yang lebih dikenal dengan Llongiya. Dalam masa itu, rakyat cukup makmur karena konon kabarnya raja-raja di Gorontalo disumpah dengan nilai nilai Ketuhanan dan saat mereka memimpin nilai-nilai itu terus saja dijaga sehingga mereka menjadi pemimpin panutan dan diteladani.

Terdapat beberapa diskursus yang lahir dari para kelompok budayawan, bahwa meski Gorontalo berbentuk kerajaan, namun tidak ada beberapa peninggalan sejarah , karena raja dinobatkan oleh rakyat yang dulu di kenal sebagai Tauwa Lo Lipu, hingga beberapa linula kerajaan kerajaan kecil dari semenanjung Sulteng, Sulut hingga Gorontalo.

Perjalanan dan peradaban Gorontalo beserta lahirnya pemimpin-pemimpin atau Raja-raja maupun Olongiya yang memiliki keluhuran budi itu, menjadi cerminan keluhuran masyarakatnya yang kemudian melahirkan generasi demi generasi yang mampu mengukuhkan diri sebagai figur dan sosok yang kuat, tangguh dan unggul. Hal ini dapat dilihat dari perjalanan Gorontalo dari abad ke abad yang selaluu saja melahirkan tokoh dan sosok yang menjadi panutan pada zamannya.

Lahirnya beberapa deretan tokoh Gorontalo di awal abad 20 yang pada era tahun 1980-an dikenal luas oleh masyarakat karena kemampuannya yang sangat diperhitungkan, sebutlah misalnya, J.S Badudu , John Ario Katili dan sosok Mohamad Thayeb Gobel, merupakan deretan tokoh yang lahir dari sebuah pergumulan sejarah dari generasi ke generasi di Gorontalo yang secara konsisten mematrikan diri dengan keluhuran nilai yang diwariskan secara turun-temurun di Lipu Lo Hulondtalo.

Sosok Mohamad Thayeb Gobel, tokoh yang dikenal luas dan diidentikkan dengan Pesantren Hubulo, yang didirikan di era tahun 80-an menjadi suatu torehan historis peradaban Gorontalo. Menurut cerita, Mohamad Thayeb Gobel lah yang menginisiasi pendirian Pesantren ini dikala ia datang ke Gorontalo tahun 80 an setelah sekian lama merantau meninggalkan tanah leluhurnya.

Ketika ia menginjakkan kakinya di tanah kelahirannya ketika itu, ia melihat kondisi Gorontalo yang jarang memiliki lembaga pendidikan agama, khususnya Pesantren yang menurutnya merupakan pendidikan yang berbasis agama yang sangat penting dalam mengawal moral generasi dari terpaan budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.

Di tengah keprihatinannya itulah, Mohamad Thayeb Gobel selanjutnya tergerak mulai merangsang, menginspirasi dan menjadi sumber referensi bagi masyarakat, khususnya yang berada di Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa untuk mengutamakan pendidikan berbasis agama di tengah keluarganya.

Menurut beberapa cerita, Mohamad Thayeb Gobel mengumpulkan beberapa pemuka agama dan keluargannya dari rumah ke rumah guna mendapatkan respon dari warga setempat terkait niatnya mewujudkan pendidikan agama di tanah kelahirannya yang bermula dari rumah peninggalan orang tuanya sebagai pondok dadakan. Saat itu juga, terbetik tekad dan cita-cita Moh. Thayeb Gobel untuk mendirikan Pesantren di tempat kelahirannya di Talumopatu. Sayangnya, sebelum cita-citanya terwujud, beliau keburu meninggal dunia dipanggil oleh Sang Khalik.

Beberapa tahun kemudian, tekad, niat dan cita-cita luhurnya oleh anak-anak tercintanya sebagai sebuah Nazar orang tuanya yang harus direalisasikan. Anak tertuanya yang akrab disapa Ta’ Oli kakak dari Rachmat Gobel yang selalu intens mengunjungi dan mengawal pendirian Pesantren Hubulo ketika itu.

Mohamad Thayeb tidak sekadar dikenal di Gorontalo. Ia juga menjadi sosok yang populer di tingkat Nasioanal. Ide dan gagasannya di era tahun 1950-an yang selanjutnya telah membawa harum nama Gorontalo di pentas nasional adalah penemuannya yang paling mutakhir yakni Radio Transistor. Penemuannya itu, terinspirasi oleh cita-cita dan gagasan besar Presiden Soekarno yang ingin menyatukan Repulik ini . Tidak heran, jika Radio Transistor merk “Tjawang” yang diproduksinya ketika itu, ia ubah namanya menjadi “National Gobel” setelah ia menghadap Soekarno di Istana Negara ketika itu.

Presiden Soekarno ketika itu konon memuji Moh.Thayeb Gobel sebagai orang yang unggul dan bisa diandalkan dalam mempersatukan bangsa melalui Radio transistornya. Tidak heran pula, jika Soekarno menganugerahkan penghargaan Satya Lencana kepada Moh. Thayeb Gobel atas jasanya membumikan semangat revolusi dan Nasionalisme kebangsaan melalui Radio Transistornya sekaligus gagasan besarnya hingga Indonesia ketika itu menjadi kiblat bagi pengembangan industri elektronik di dunia.

Padahal jika dirunut dari awal kehidupannya meniti sukses di tanah rantau di Jakarta, Mohamad Thayeb Gobel menurut beberapa cerita, pernah menjadi seorang buruh, namun berkat keuletan, kesabaran dan ikhlas dalam menghadapi semua prahara hidup ia telah dicatat oleh sejarah sebagai pelopor industri elektronik di dunia melalui benderaa perusahaanya bernama PT Nasional Gobel .

Atas kesuksesannya tersebut, Moh. Thayeb Gobel menjadi sumber referensi penting bagi siapapun yang ingin menapaki sukses. Dari banyak literatur, Moh. Thayeb Gobel merupakan sosok yang memegang teguh filosofi pohon pisang yang menurutnya bahwa pohon pisang seluruh bagiannya dapat berguna mulai dari buah hinnga batangnya, semua bisa berguna bagi manusia. Hal ini menurutnya perlu digugu dan ditiru oleh siapapun. Selain itu, pohon pisang biasanya sebelum berbuah, ia seakan enggan mati, ia akan rela mati ketika ia sudah berbuah. Tabiat pohon pisang seperti itu, layak menjadi rujukan bahwa hidup harus berguna dan bermanfaat bagi orang lain, ia tidak akan mati sebelum bermanfaat bagi orang lain.

Sosok Mohamad Thayeb Gobel tidak hanya dikenal sebagai Teknokrat tetapi juga sosok agamais yang terus mengembangkan nilai nilai keluhuran Gorontalo . Hal ini dibuktikan dengan sejarah p[erjalanan hidupnya yang pernah bergabung dengan Partai Syarikat Islam (PSI) dan ketika era tahun 1970-an beliau tetap konsisten aktif sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki ruh dan nafas Keislaman.

Kini sosok Moh. Thayeb Gobel memang telah tiada, namun karsa, karya dan pengabdiannya untuk negeri ini terus memberi manfaat, ibarat mata air yang selalu memancarkan keteduhan dan kesejukan yang membawa kedamaian. Juga, filosofi hidupnya terus saja dikenang, dihayati dan menjadi sumber inspirasi dan referensi bagi generasi sesudahnya yang seakan membasuh semangat dan jiwa yang gersang hingga tumbuh mekar memancarkan semangat membara. Semoga karya dan karsa serta filosofi hidupmu itu menjadi amal jariyah untukmu, wahai sang inspirator pencerah Moh. Thayeb Gobel.(***)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.