Resmikan Monumen Tilongolo, Kasad Jend TNI Mulyono Pulang Kampung

Kasad Jend. TNI Mulyono didampingi Gubernur Rusli Habibie saat meninjau Monumen Tilongolo, dikompleks lapangan Taruna Remaja, Rabu (12/9)

RadarGorontalo.com – Sejak beberapa hari terakhir, kompleks Lapangan Taruna menjadi ramai dengan kehadiran dua unit tank FV601 Saladin, yang ada tempatkan tepat dibawah monumen Nani Wartabone. Ini membuat monumen Nani Wartabone yang terletak di nol kilometer Kota Gorontalo semakin cantik dengan kehadiran dua alat utama sistem pertahanan (alusista) milik TNI Angkatan Darat.

Satu unit itu tank jenis FV601 Saladin dan satu unit panser jenis AMX-13 APC dipajang di lapangan Taruna Remaja berdampingi dengan patung pahlawan nasional tersebut. Tilongolo diambil dari bahasa Gorontalo yang berarti senjata/tank/panser. “Pak Nani Wartabone adalah pejuang asli Gorontalo yang pantas dibanggakan. Dalam usia muda, beliau punya cita-cita untuk memerdekakan Gorontalo, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Dalam usia tua beliau masih turun berjuang menumpas gerakan Permesta di Gorontalo,” kata Kasad jenderal TNI Mulyono usai meresmikan monumen tersebut.

Jendral bintang empat yang pernah bertugas di Batalyon 713 Satyatama Gorontalo itu mengatakan bahwa kedatangannya disini sekaligus untuk pulang kampung. Karena sang istri adalah merupakan putri asli Gorontalo. Sehingga ia merasa sangat senang setelah sekian lama bisa kembali melihat ‘kampung halamannya’. “Gorontalo sudah banyak berubah, dan sudah berkembang dengan pesat. Semoga pembangunan di Gorontalo akan terus meningkat,” ujarnya disela sela peresmian.

Diketahui tank FV601 Saladin merupakan tank produksi Alvis, Inggris tahun 1954 dan sudah berjasa untuk berbagai operasi di Indonesia seperti penumpasan G30S/PKI, perebutan Timor-Timur dan pengamanan rusuh Jakarta 1998. Tank dengan konfigurasi 6×6 ini memilik berat 11.600 kg, panjang 4,93 meter, lebar 2,54 meter dan tinggi 3 meter. Panser AMX-13 APC merupakan produksi prancis tahun tahun 1952. Tank APC kelas ringan ini memiliki berat 15 ton dan mampu mengangkut 3 orang plus 10 personil. Beberapa jasa AMX-13 di antaranya pernah digunakan untuk penumpasan DI/TII tahun 1962, penumpasan G30S/PKI tahun 1965 dan operasi Seroja tahun 1975. (RG-25)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *