Reka Ulang Ungkap Tewasnya Nasir

Pelaksanaan Rekontruksi kasus pembunuhan terhadap Nasir, di Mapolres Gorontalo Kota.(Foto : Abink/RG)
Pelaksanaan Rekontruksi kasus pembunuhan terhadap Nasir, di Mapolres Gorontalo Kota.(Foto : Abink/RG)

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – 32 adegan diperagakan Pin, eksekutor Nasir Mohamad (60) yang juga ayah dari pacarnya, Fit. Berlangsung tertutup dan digelar di Mapolres Gorontalo Kota, reka ulang atau rekontruksi ini atas permintaan keluarga korban.

Sekitar pukul 15.00 wita (10/05) , rekonstruksi tewasnya NM, warga eks jalan Agus Salim digelar. Pengawalan cukup ketat dilakukan kepolisian disetiap adegan yang dilakukan oleh pelaku. Fit sendiri dalam reka ulang itu, tidak dihadirkan. Dia digantikan oleh anggota Polwan.

Terinformasi, kondisi Fit pasca aksi itu dalam keadaan trauma. Rekontruksi tersebut mengungkap kembali rentetan kejadian yang dilakukan pasangan kekasih ini, hingga membunuh korban. Kapolres Gorontalo Kota yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Indra S Darimunte SIK, usai pelaksanaan rekontruksi Selasa (10/05) mengatakan, terungkap bahwa Pin sempat gugup saat akan beraksi.

“Selama adegan itu, tidak ada perlawanan yang diperlihatkan Pin saat mengikuti reka ulang,”ujarnya. Ia juga menjelaskan, pelaksanaan rekontruksi yang berlangsung tertutup ini, tidak lain adalah permintaan dari keluarga korban. “Rekontruksi yang dilakukan secara tertutup ini, selain untuk menjaga keamanan pelaksanaannya, juga merupakan permintaan dari pihak keluaraga korban,”terangnya.

Sama halnya yang diungkapkan Marhani Usman, keponakan korban. Pihaknya sangat mengapresiasi kinerja kepolisian, yang terus menseriusi kasus ini sejak pertama hingga masuk pada tahap rekontruksi. Terkait rekontruksi yang tertutup, pihaknya sangat memahami soal jaminan keamanan pelaksanaan reka ulang jika digelar dirumah duka. Aktifitas dirumah duka juga katanya, sudah beberapa kali dilaksanakan tahlilan. “Kami yang meminta rekontruksi ini dilakukan tertutup, tempat yang aman di Polres Gorontalo Kota untuk melakukan reka ulang kasus ini,”terangnya.

Kehadiran keluarga korban yang cukup banyak juga diakuinya, salah satunya wujud rasa duka yang mendalam. Dia juga mewakili keluarga, menyampaikan permohonan maaf, jika itu mengganggu jalannya reka ulang. “Jika banyak keluarga kami yang banyak menyaksikan rekontruksi ini, kami minta pihak Polres Gorontalo Kota dapat mengerti, karena itu bagian dari rasa duka kami yang mendalam,”tutupnya. (RG-62)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *