Ratusan Tenaga Medis di RS Otanaha Belum Dibayar, Budi Ajak ‘Perang’

Budi Doku

RadarGorontalo.com – Sebanyak 200 pegawai di Rumah Sakit (RS) Otanaha Kota Gorontalo, diantaranya 115 perawat, 16 dokter, 20 pegawai administrasi, 25 pegawai CS, 10 pegawai Apotik dan 13 pegawai Laboratorium, belum menerima upah klaim dari BPJS Kesehatan Gorontalo.

Padahal mereka sudah memberikan jasa pelayanan terhadap 285 pasien rawat inap dan jalan. Sejak akhir tahun 2016 pada Bulan Desember kemarin, hingga Bulan Mei tahun ini. Sebagai penasehat organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo, dr. Budi Doku yang juga Wakil Walikota Gorontalo, mengajak ‘perang’, jika upah tersebut tidak dibayar pihak BPJS Kesehatan.

Bahkan dirinya pun, menegaskan bahwa persoalan ini harusnya sudah ditangani Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Gorontalo. “Karena Dikes itu, adalah presidennya bidang kesehatan di Kota Gorontalo,” tegas Budi. Dari data yang berhasil dihimpun media ini Senin (11/09) kemarin, total yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan Gorontalo sebanyak Rp 851 Juta. Kata Budi Doku, itu sudah termasuk sarana dan prasarananya, serta jasa dari para medik dan pegawai di RS Otanaha.

Sedangkan jumlah upah klaim jasa sendiri, yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan Gorontalo, secara rinci Budi ungkpakan mencapai Rp 651.567.000. Dengan rentan waktu berbeda, mulai dari Desember tahun 2016 sebesar Rp 134.187.000, Bulan Januari 2017 Rp 98.546.500, Bulan April Rp 86.096.800 dan terkahir Bulan Mei Rp 332.737.600. “Sehingga total klaim jasa, sebanyak Rp 651.567.900 yang belum terbayarkan,” terang Budi. Demikian pula dengan pelayanan pada pasien selama empat bulan tersebut, jumlahnya berbeda-beda tambah Budi Doku.

Bulan Desember 2016 pasien rawat inap 60 orang, Bulan Januari 2017 pasien rawat inap 44 orang, Bulan April 33 pasien rawat inap dan Mei 140 pasien rawat inap. Lain lagi dengan pasien rawat jalan yang hanya mencapai 10 orang, pada Bulan Mei kemarin. Sehingga ditotalkan jumlah pasien tersebut sebanyak 285 orang, diantaranya 275 rawat inap dan 10 rawat jalan. “Besok (Hari Ini.red) saya memanggil Kadis Kesehatan Kota Gorontalo, untuk mempertanyakan persoalan ini.

Ini sama halnya mengabaikan pidato Walikota yang sering disampaikan pada setiap pertemuan, yakni wajib mebayar klaim petugas medik dan pegawai kesehatan. Jika memang tidak mampu ditalangi oleh APBN, maka dinas sebagai sektor terkait, wajib mengusulkan untuk penangannya melalui APBD. Ini keringat orang, kalau masih begini lagi kedepannya, saya ajak perang,” terang Budi Doku. “Saya juga mengundang Sekda, membahas masalah ini,” timpal Budi Doku.

Tidak hanya itu, persoalan ini pastinya akan berdampak pada penambahan enam tenaga dokter ahli, yang direncanakan diperbantukan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ke RS Otanaha. “Karena mengingat RS Otanaha kekurangan dokter ahli, dan telah dilakukan visitasi oleh Tim Visitasi dari Tim Pengembangan SDM (TPSDM) Rabu (30/08) pekan kemarin,” tutur Budi Doku.(rg-62)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *