Proses Pemecatan La Aba, KPU Provinsi Tunggu Salinan Putusan DKPP

FADLIYANTO KOEM

RadarGorontalo.com – KPU Provinsi Gorontalo akan menindak-lanjuti keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait hasil putusan sidang kode etik terhadap salah satu anggota KPU Kota Gorontalo La Aba, terhitung sejak di putuskan, Rabu, (26/9) kemarin. Dimana DKPP sudah memutuskan pemberhentian tetap, kepada teradu Anggota KPU Kota Gorontalo La Aba, dalam amar putusan 181/DKPP-PKE-VII/2018 KPU Kota Gorontalo.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Harjono dan Anggota Majelis Prof Teguh Prasetyo, Prof. Muhammad, Ida Budhiati, Fritz Edward Siregar, Alfitra Salamm, menyatakan Anggota KPU Kota Gorontalo La Aba, terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara. Ketua KPU Provinsi Fadly Koem saat dikonfrimasi mengaku pihaknya baru sebatas menerima informasi pemecatan salah satu Anggota KPU Kota Gorontalo oleh DKPP.

“Kami juga baru mendapatkan informasi dari KPU Kota Gorontalo, namun kami juga masih akan menunggu hasil salilan putusan dari DKPP, yang kemudian akan kami tindaklanjuti,” paparnya. Namun yang jelas kami akan menindak-lanjuti putusan tersebut, jika salinan putusan itu kami terima, tandasnya. Kita ketahui La Aba dilaporkan ketua Panwas Kota Gorontalo terkait kode etik sebagai penyelenggara pemilu.

Adapun yang melatar belakangi tindakan teradu, kepada Ketua KPU Kota Gorontalo, tidak dapat dibenarkan baik itu secara hukum ataupun etik penyelenggara. Tindakan ini menurut DKPP, bisa dijatuhi hukuman pidana oleh lembaga yang berwenang. Apalagi tindakan yang dilakukan kepada Ketua KPU Kota Gorontalo, pada saat melakukan tugas kenegaraan, yaitu pada saat penetapan DPSHP, yang dihadiri pemangku kepentingan.

Maka DKPP, menilai teradu Anggota KPU Kota Gorontalo La Aba, telah melanggar pasal 12, huruf A, B, C dan D. Dengan begitu DKPP memutuskan, dalam gugatan Panwas Kota Gorontalo, mengabulkan seluruh aduan pengadu, dan pemberhentian kepada teradu Anggota KPU Kota Gorontalo La Aba. (rg-60/31)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *