Pro Ekonomi Rakyat, Pemkot Gratiskan Pengurusan Izin Usaha

Ben Idrus

RadarGorontalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo mendorong warga untuk berusaha dalam ekonomi kreatif. Untuk itu, Pemkot menerapkan layanan gratis bagi masyarakatnya yang ingin mengurus surat izin tempat usaha. Melalui Dinas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Gorontalo memudahkan penyediaan kemudahan fasilitas.

Dimana setiap pelaku UKM dapat mengurus perizinan secara gratis dan disaat bersamaan Pemkot turun tangan membantu mereka sehingga bisa mendapatkan akses modal dari perbankkan dengan suku bunga yang ringan. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, Ben Idrus menjelaskan, kemudahan akses permodalan dapat diperoleh lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Bunga pinjaman lewat KUR cukup ringan karena sudah disubsidi oleh pemerintah. “Suku Bunga yang dibayar oleh pelaku UKM dalam program KUR ini kalau tahun kemarin 9 persen sekarang tinggal 7 persen. 10,5 persennya akan disubsidi oleh pemerintah. Jadi sudah lebih ringan,” ujar Ben ketika diwawancarai usai mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi KUR dan Implementasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di Direktorat Jendral Kanwil Perbendaharaan Negara Provinsi Gorontalo, belum lama ini.

Rakorev tersebut dihadiri oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Gorontalo, pihak perbankkan dan pengelola program KUR. Sebelumnya, sesuai hasil Rakorev, Ben menyampaikan, hingga Juni 2018, sudah sekitar 2.092 UKM di Kota Gorontalo yang terfasilitasi melalui KUR. Sedangkan kedepannya, Pemkot akan terus meningkatkan jumlah UKM yang difasilitasi KUR sehingga di tahun depan bisa mencapai 5000an.

Pada prinsipnya, penyediaan KUR adalah upaya untuk memback up UKM yang sering terbentur pada persoalan modal. Pemerintah siap memfasilitasi UKM agar mendapatkan dana segar dari perbankkan untuk menambah modal pengembangan usaha. Saat ini lanjut Ben, layanan KUR juga sudah lebih baik menyusul adanya SIKP.

Lewat SIKP ini, pemerintah mendata semua pelaku UKM kemudian mengiputnya dalam aplikasi elektronik tersebut sehingga perbankkan pun dapat mengetahui data setiap UKM tersebut. “Ketika UKM yang sudah masuk dalam SIKP ini hendak meminjam di perbankkan, maka pihak bank tinggal melihatnya lewat SIKP. Bila persyaratannya sudah lengkap sudah bisa diproses pencairannya,” ujar Ben. Untuk total pinjaman sendiri juga cukup besar.

Untuk ukuran usaha mikro bisa meminjam sampai Rp 25 juta. Adapun usaha kecil disiapkan pinjaman dari Rp 25 juta sampai Rp 500 juta. Selain pendampingan akses permodalan, Pemkot Gorontalo juga memfasilitasi Izin Usaha. Hingga Juni 2018, sudah sekitar 5.290 UKM yang difasilitasi mendapat IUMK ini secara gratis. Disamping itu, pemerintah juga memfasilitasi dalam pengurusan SHT.

Ben pun berharap semua peluang yang dibuka oleh pemerintah ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku UKM di Kota Gorontalo sehingga dapat berkembang maju. “Kalau UKM kita maju tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. Ini sangat sejalan dengan misi kita mewujudkan masyarakat sejahtera,” ujar Ben. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.