Pria Paruh Baya Tewas Gantung Diri

Jezanah SD, korban gantung diri di Desa Patoameme Botumoito, Boalemo.

RadarGorontalo.com – Warga Desa Patoameme Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria dengan kondisi tergantung di kebun milik warga sekitar, Sabtu(15/7). Mayat yang diketahui berinisial SB (48 tahun) merupakan warga Desa Patoameme Kecamatan Botumoito.

Sesuai informasi yang berhasil dirangkum dari aparat kepolisian setempat, sudah sejak sepekan terakhir ini SB telah meninggalkan rumah. Hal ini diperkuat dengan laporan dari pihak keluarga yang menyatakan kehilangan salah seorang anggota keluarnya. “SB dilaporkan hilang sejak tanggal 10 Juli 2017. Pihak keluarga telah melapor ke aparat kepolisian. Sehingganya, bersama aparat kepolisian dan pihak Basarnas Kabupaten Boalemo, pihak keluarga telah melakukan pencarian,” tandas salah seorang anggota melalui pressrealase kepada wartawan.

Menurutnya, jezanah SD pertama kali ditemukan oleh Ajis Daud, salah seorang warga sekitar yang kala itu hendak pergi ke kebun. Pada Sabtu(15/7)pagi sekira pukul 10.30 WITA, Ajis bergegas ke kebun. Dalam perjalanan, ia mencium aroma yang tidak sedap dan menyengat. Setelah ia cari tau secara seksama, ternyata aroma tersebut berasal dari sesosok jezanah yang tergantung di pohon. Saat ditemukan, jezanah tergantung dengan kondisi bagian lehernya terlilit dengan tali nilon. Ajis pun langsung memberikan informasi kepada warga, yang kemudian melaporkan penemuan itu ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian dari Polres Boalemo pun bergegas menuju lokasi dan mengevakuasi jezanah.

Saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Hanya saja, pihak keluarga menyatakan sikap menolak dilakukan otopsi terhadap jezanah korban.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, korban SB dikabarkan mengalami depresi akibat sakit penyakit yang ia derita. Hal ini pun sempat tersiar luas di jejaring sosial media. Namun, pihak keluarga hingga kini belum mau menyampaikan keterangan resmi terkait kejadian ini. (RG-59)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *