Politik Uang Dongkrak Inflasi

ilustrasi (Anwar/RG)
ilustrasi (Anwar/RG)

Pilkada Damai, Ekonomi Aman 

RadarGorontalo.com – Kenaikan harga barang atau disebut inflasi, secara umum dipahami diakibatkan oleh kurangnya pasokan barang dan jasa. Tapi jangan salah, menurut kalangan pemerhati ekonomi, persoalan-persoalan dalam pilkada juga bisa menyebabkan inflasi. Seperti masalah keamanan hingga politik uang.

Ditemui, Selasa (8/11), Unggul Priatna dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cabang Gorontalo menjelaskan, dampak inflasi akibat bencana banjir tak terlalu mengkhawatirkan ketimbang dibanding persoalan-persoalan yang biasanya terjadi dalam setiap pemilu, khususnya pemilihan kepala daerah (Pilkada). “Keamanan mungkin yang paling rentan dengan penundaan investasi oleh investor,” katanya. “Sedangkan jumlah uang yang beredar, baik si pemilik dana ataupun yang dibagikan (serangan fajar), dikhawatirkan mengakibatkan inflasi,” tambah Unggul.

Disamping itu kata Unggul, jumlah uang beredar di masa pemilu, biasanya meningkat karena besarnya pengeluaran pribadi dan publik. Pengeluaran biaya Pemilu jumlahnya tidak sedikit, begitu pula para kandidat. Pengeluaran untuk atribut kampanye seperti spanduk, kaos, dan lain-lain merupakan pengeluaran yang tidak terjadi dalam situasi biasa, dan jika dihitung jumlahnya luar biasa besar. “Situasi ini jika tidak terkendali, maka akan mendorong naiknya inflasi,” terang Unggul.

Namun jika pemilu berjalan damai, serta semua pihak mampu bersikap sportif, maka kenaikan inflasi ini hanya akan bersifat sementara. Lain halnya apabila pemilu berlangsung rusuh, atau ada kandidat yang tidak terima sehingga menuntut ke Mahkamah Konstitusi, maka ketidakstabilan politik bisa jadi berdampak panjang terhadap perekonomian negeri ini. “Inilah yang justru dikhawatirkan, ketimbang pengaruh umum yang sudah bisa kami prediksikan,” tutup Unggul. (rg-63)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *