Pola Saint Lague, Untungkan Golkar di 2019

RadarGorontalo.com Golkar masih akan tetap perkasa di Pileg 2019, tak cuma di wilayah yang kepala daerahnya orang Golkar, tapi juga di daerah yang bupatinya dari partai lain.

Pola Sainte Lague dalam perhitungan suara, akan sangat menguntungkan partai ini. Bertahan dengan suara yang diraih di 2014 saja, akan membuat Golkar ketambahan satu kursi, apalagi kalau mampu menambah perolehan suara.

Seperti di Kabupaten Pohuwato. Di pemilu 2014, seharusnya Golkar bisa meraih 10 kursi, namun karena menggunakan metode bilangan pembagi maka, hanya bisa 9 kursi. Banyak suara terbuang. Nah, untuk 2019, jika mampu bertahan dengan raihan suara 2014, maka Golkar bisa naik 10 kursi.

Tapi sayang, metode sainte lague akan membuat partai yang hanya punya satu kursi, akan kehilangan peluang duduk di parlemen. Hal serupa tak cuma di Pohuwato, tapi juga bisa terjadi di kabupaten/kota lainnya, bahkan mungkin perolehan kursi di DPRD Provinsi.

Berdasarkan data hasil Pemilu tahun 2014 KPU Kabupaten Pohuwato, Golkar menjadi partai pemenang dan peraih suara terbanyak dengan total suara sah sebanyak 24.582. Andaikan saat itu sudah menggunakan metode Sainte Lague dengan formasi Dapil saat ini yakni hanya 4 Dapil, maka partai Golkar mendapatkan jatah 10 kursi di DPRD Pohuwato, ketambahan 1 kursi.

Tambahan 1 kursi untuk Golkar itu didapat di Daerah Pemilihan Randangan dan Taluditi. Di Dapil 3 itu, partai Golkar sebagai partai peraih suara terbanyak dengan jumlah suara 4.503 disusul partai Gerindra 2.893, posisi ketiga PDI-P 1.951 dan posisi keempat PKS 1.345 suara.

Adapun cara menghitungnya, untuk menentukan kursi pertama masing-masing partai akan dibagi dengan angka 1, contoh, Golkar 4.503 dibagi 1 = 4.503, Gerindra 2.893 dibagi 1 = 2.893, – PDI-P 1.951 dibagi 1 = 1.951, – PKS 1.345 dibagi 1 = 1.345. Dengan hasil pembagian itu maka untuk kursi pertama menjadi milik Golkar karena mendapatkan suara terbanyak 4.503 dibanding partai lainnya.

Selanjutnya untuk menentukan kursi kedua. Golkar 4.503 dibagi 3 = 1.501, Gerindra 2.893 tetap dibagi 1 = 2.893, PDI-P 1.951 tetap dibagi 1 = 1.951, PKS 1.345 tetap dibagi 1 = 1.345, Dengan demikian kursi kedua menjadi milik Gerindra dengan perolehan 2.893 suara, terbanyak diantara yang lainnya.

Untuk menentukan kursi ketiga, Golkar 4.503 dibagi 3 = 1.501, Gerindra 2.893 dibagi 3 = 964, PDI-P 1.951 dibagi 1 = 1.951, PKS 1.345 dibagi = 1.345, Dengan begitu kursi ketiga milik PDI-P dengan peroleh 1.951 suara, menjadi yang terbanyak diantaranya yang lainnya.

Nah untuk menentukan kursi terakhir, PDI-P yang telah mendapatkan kursi langsung dibagi 3 dan hasilnya 650 suara. Hasilnya pun menjadi, Golkar 1.501, Gerindra 964, PDI-P 650 dan PKS 1.345 suara. Itu artinya suara keempat menjadi milik Golkar dengan jumlah 1.501 suara mengalahkan PKS yang hanya 1.345 suara. Dengan demikian, di Dapil ini Golkar bisa menyumbang 2 kursi.

Setelah dihitung menggunakan metode Sainte Lague di semua dapil, jatah Golkar 10 kursi, Gerindra 3 kursi, PDI-P 3 kursi, PAN 3 kursi, Hanura 2 kursi, PPP 2 kursi, Demokrat 1 kursi dan PKB 1 kursi. (rg-58)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.