Pohuwato Hebat, Syarif Diundang Khusus ke Istana

Serius, Bupati Syarif Mbuinga memaparkan ide dan konsep desa digital di Istana Negara, dihadapan Deputi II Kepala Staf Presiden Yanuar Nugroho dan dihadiri Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Samuel Pangerapan, Direktur Balai Utama Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Senin (9/10/17)

Project Desa Digital, Jadi Program Nasional

RadarGorontalo.com, JAKARTA – Terobosan Bupati Syarif Mbuinga di periodenya yang ke dua ini, memang luar biasa. Tak cuma pembangunan infrastruktur yang digenjot, Syarif menciptakan inovasi yang mengundang decak kagum pemerintah pusat, salah satunya desa digital. Project yang terbilang berani ini, sudah dilirik istana. Bahkan, Pohuwato didaulat sebagai pilot project untuk program serupa secara nasional. Tak salah, jika salah satu putra terbaik Pohuwato itu, digadang-gadang bakal menjadi pengganti Rusli Habibie.

Berbekal program tersebut, Senin (9/10), bertempat di istana negara Bupati Syarif pun memaparkan konsep desa digital. Syarif didampingi beberapa pimpinan OPD diundang ke kantor Staf Presiden untuk membahas seputar IT. Kedatangan bupati pun disambut hangat oleh Deputi II Kepala Staf Presiden Yanuar Nugroho dan dihadiri Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Samuel Pangerapan, Direktur Balai Utama Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

Dalam pertemuan itu, Kepala Staf Presiden, Yanuar Nugroho menyampaikan, pemerintah pusat saat ini ingin menyingkirkan stigma bahwa pembangunan hanya bersifat jawa centris (terpusat di jawa). Sebab, bapak presiden mulai mengubahnya menjadi Indonesia Centris. Artinya, pembangunan harus merata diseluruh Indonesia.

Pohuwato sengaja diundang karena Pohuwato sebagai pilot project penerapan desa berbasis IT oleh Pemerintah Pusat melalui Kemenkominfo dan Kantor Staf Presiden melalui Badan Prakarsa Pengelolaan Desa dan Kawasan (BP2DK). Dimana, dari sekitar 74 ribu desa se Indonesia hanya 222 desa yang masuk dalam penilaian oleh pemerintah pusat. Dan 8 desa di Kabupaten Pohuwato dijadikan sebagai pilot project se Indonesia karena sudah menjalankan konsep tersebut. “Kita harus mengidentifikasi apa saja yang akan dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato, mulai dari infrastruktur dan kebutuhan lainya,” ungkapnya.
Hal itu pun mendapatkan tanggapan positif serta apresiasi dari Bupati Syarif Mbuinga. “Banyak hal memang yang menjadi kebutuhan kami di daerah, khususnya masalah infrastruktur baik itu interkoneksi internet dan akses kemudahan informasi bagi masyarakat. Nah, undangan ini bagi kami menjadi angin segar apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terwujud secepatnya,” ungkap Bupati Syarif.

Sementara itu, Dirjen Aptika Samuel Pangerapan menambahkan, bahwa pihaknya juga sangat menseriusi hal ini. Apalagi, dengan konsep digital ini bapak presiden ingin mengetahui lebih cepat pemanfaatan anggaran dan progress pembangunan dari desa. “Intinya, butuh kerja sama dari kita semua agar apa yang menjadi keinginan ini bisa terwujud,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut, bupati didampingi Asisten II Rusmiyati Pakaya, Kepala Dinas Kominfo Supratman Nento, Kepala Baperlitbang Irfan Saleh, Kepala BKPPD Fitriyanti Lasantu dan Kadis PMD Tasrif Haras, Kabid Aplikasi Iron Karam, Tim Kerja Bupati Fahmi Mopangga, Riyanto Ismail dan Tim IT Pemkab Haris Maku.

Dan rencananya, sesuai hasil kesepakatan pertemuan tersebut, Staf Presiden dan Kemenkominfo akan segera turun lagi ke Kabupaten Pohuwato November mendatang. Mereka akan membahas dan mengidentifikasi secara rinci apa yang menjadi kebutuhan termasuk pemetaan wilayah untuk infrastruktur jaringan. (rg-58)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *