Pohuwato Cocok untuk Budidaya Mutiara

N. Gustaf F. Mamangkey, S.Pi, M.Sc, Ph.D, ketika menjadi pembicara pada Kuliah Pakar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG

RadarGorontalo.com – Banyak hal menarik seputar budidaya mutiara yang diungkap N. Gustaf F. Mamangkey, S.Pi, M.Sc, Ph.D, saat menjadi pembicara pada Kuliah Pakar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Senin (10/09/2018).

Selain mengungkap ikhwal mutiara dari pendekatan ilmu biologi kerang mutiara dan kualitas mutiara dihadapan mahasiswa FPIK UNG, Gustaf juga mengungkap prospek dan nilai ekonomis yang bisa didapatkan dari budidaya mutiara serta wilayah-wilayah di Gorontalo yang cukup potensial untuk budidaya kerang mutiara.

Jebolan Aarhus University, Denmark dan James Cook University, Australia ini mengatakan, wilayah perairan Pohuwato sangat cocok dilakukan budidaya mutiara. “Kondisi perairan Pohuwato, untuk budidaya mutiara.

Lokasi yang memenuhi syarat untuk budidaya mutiara, harus ada pulau-pulau yang berfungsi untuk menghalang gelombang. Lokasi budidaya mutiara ada baiknya berada di antara selat. Lokasi yang seperti ini sangatlah potensial untuk budidaya mutiara,” kata Tim Ahli Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (ASBUMI) ini.

Lokasi perairan budidaya mutiara, kata Gustaf, sebaiknya tidak berada di muara sungai. “Lokasi budidaya mutiara yang dekat dengan muara sungai, tak akan bertahan lama.

Setahu saya, di kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara, disana ada budidaya mutiara. Tapi karena disana juga ada sungai besar, budidaya mutiaranya tidak bertahan lama,” katanya.(rg-40)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.