Pinogu, Nikah Berat Diongkos

Potret aktivitas masyarakat Pinogu, dalam mengarungi transportasi antar ibukota kabupaten Bonbol, hingga ke daerah mereka

Kehadiran KUA Sangat Dibutuhkan

RadarGorontalo.com – PERNIKAHAN merupakan harapan plus keinginan setiap manusia. Tidak terkecuali di masyarakat pelosok. Namun apa jadinya, bila tidak ditunjang dengan keberadaan Kantor Urusan Agama (KUA), hingga masyarakatnya harus rela mengeluarkan jutaan rupiah, untuk merajut kebahagiaan dalam rumah tangga.

Ayi Ilham, Gorontalo

TANAH yang subur di kecamatan Pinogu kabupaten Bone Bolango (Bonbol), dengan ragam pertanian dan perkebunan yang potensial dikembangkan di daerah itu, ternyata belum dibarengi oleh dukungan pemerintah akan kelengkapan sarana prasarana serta sejumlah infrastruktur pendukung vital-nya, yang dibutuhkan oleh masyarakat 5 desa di kecamatan paling terjauh dan terisolir di kabupaten berjuluk Cemerlang itu. Salah satunya, terkait keberadaan Kantor Urusan Agama (KUA), sebagai lembaga yang lazim mengurusi pernikahan. Ternyata, belum ada di kecamatan Pinogu. Tak heran, pengakuan masyarakat Pinogu, mereka harus rela merogoh kocek yang tak sedikit, bahkan sampai jutaan rupiah, ketika berniat dan mempersiapkan diri ke jenjang pernikahan. Karena, alasan yang paling krusial dan telah menjadi rahasia umum, adalah keberadaan medan jalan yang harus dilewati, dari dan ke Pinogu tersebut.

Dimana, KUA paling terdekat untuk masyarakat Pinogu mengurusi pernikahan mereka, adalah di KUA yang ada di kecamatan Suwawa Timur. Yang untuk transportasi ojek motor per orang saja, dibandrol senilai Rp 350 ribu per orang sekali jalan. Dengan lama perjalanan, termasuk melintasi hutan belantara di daerah tersebut, memakan waktu sampai 4-5 jam. Sementara, jika berjalan kaki, bisa hampir seharian penuh, untuk sampai ke Pinogu. “Dengan biaya ojek motor seharga Rp 350 ribu per orang, untuk sekali jalan, dari Pinogu ke KUA terdekat di Suwawa Timur. Begitu pun sebaliknya, ketika kembali ke Pinogu. Maka, hitung saja berapa kebutuhan dana yang harus disiapkan setiap pasangan calon pengantin dari Pinogu, jika akan melakukan pernikahan di KUA, hanya dari sisi transportasi ini.” ungkap salah satu tokoh pemuda asal Pinogu, Robin Masihu, ketika berbincang-bincang dengan RADAR, kemarin. “Belum lagi jika dihitung, dengan persyaratkan membawa para saksi nikah, orang tua, dan kerabat keluarga. Bisa sampai jutaan rupiah, kan?” imbuh pemuda yang hobi traveling ini.

DUKUNGAN DEPROV

Tidak heran, dalam agenda rapat kerja jajaran Komisi IV DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo, yang membidangi urusan Kesra-Pendidikan-Kesehatan-Agama, kemarin, dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) RI provinsi Gorontalo, kebutuhan akan hadirnya KUA di Pinogu ini, dilontarkan oleh salah satu anggota DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo di daerah pemilihan (dapil) II Bonbol, Irwan Mamesah. “Dimana, dalam masa reses yang saya lakukan di Pinogu, belum lama ini, kebutuhan akan KUA di daerah tersebut, sudah sejak lama diinginkan masyarakat setempat. Dan kami di Deprov dari dapil II Bonbol, sangat mendukung aspirasi ini, agar bisa diperjuangkan oleh Kanwil Kemenag RI provinsi Gorontalo, untuk hadirnya KUA di Pinogu,” ujar politisi PKS ini, sembari disambut positif dan apresiasi oleh jajaran Kanwil Kemenag RI provinsi Gorontalo, untuk diupayakan bisa terakomodir KUA di Pinogu, hadir di tahun 2018 ini juga. (*/RG)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *