Pilwako Rawan, 23 TPS Dijaga Ketat

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Saat ini ada dua pilkada yang digelar serentak. Yakni di Gorontalo Utara dan Kota Gorontalo. Hanya saja, yang dianggap memiliki kerawanan lebih tinggi adalah Pilwako. Sedikitnya ada 23 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dianggap rawan. Belum lagi ditambah dengan isu kekhawatiran penggelembungan suara serta terorisme.

Penebalan pasukan pun, telah dilakukan aparat gabungan di 23 titik rawan terebut. Dengan menambah jumlah personil gabungan, yang melebihi dari jumlah personil yang ditempatkan di TPS-TPS yang tidak rawan. Kata Kasat Intel Polres Gorontalo Kota AKP Doni Cakra menjelaskan, penempatan personil gabuangan ini telah dilakukan, pasca apel pergeseran pasukan oleh Polres Gorontalo Kota.

“Dari Polres Gorontalo Kota sendiri telah menyiagakan sebanyak 219 personil. Namun ditambah BKO dari Brimob dan Sabhara Polda Gorontalo, personil dari Polres Bone Bolango dan personil TNI, maka total personil gabungan yang disiagakan berjumlah 799 orang. Dan ini menurut kami, sudah melebih dari cukup,” ujar Kasat Intel, saat memaparkan kesiapan Polres Gorontalo Kota pada rapat Forkopimda di ruang kerja Walikota Gorontalo Selasa (26/06).

Kesiagaan yang dilakukan aparat gabungan ini, tidak hanya ditempat-tempat dimana TPS itu berada. Akan tetapi kata Kast Intel, juga dilakukan mobile lokasi oleh personil khusus, seperti Birmob dan tim intelejen dari masing-masing kesatuan aparat hukum. “Personil yang ditugaskan khusus ini, jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, langsung ditindaki,” tegas Kasat Intel.

Rawan Penggelembungan Suara

Sedikitnya ada 3.352 jiwa yang belum melakukan perekaman eKTP dan 251 jiwa tak terdaftar di DPT. Penyelenggara pilkada pun, khawatir adanya penggelembungan suara. Kendati demikian, upaya antisipasi pun dilakukan. lebih utama di Kantor Dukcapil Kota Gorontalo. Yang terus melakukan perekaman e-KTP selama 1 X 24 jam, meski pelaksanaan Pilwako masuk pada tahap pencoblosan.

Kata Komisioner KPU Kota Gorontalo La Aba, menjaga dan mensukseskan Pilwako tahun ini agar terhindari dari praktek menyimpang, koordinasi akan terus dilakukan bersama unsur terkait khususnya Dukcapil Kota Gorontalo. “Hal ini patut diantisipasi, melalui koordinasi, komunikasi dengan pihak Dukcapil Kota Gorontalo,” ujar La Aba.

Senada ditambahkan Kepala Dukcapil Kota Gorontalo Syarifudin Ibrahim, dimana pihaknya akan melakukan hal yang sama, tidak hanya dengan unsur KPU Kota Gorontalo. Akan tetapi dengan pihak pejabat pemerintahan di masing-masing wilayah, mulai dari kelurahan dan kecamatan. “Perekaman ini terus dilakukan, sesuai instruksi Dtjen Dukcapil Kemendagri RI. Dan kegiatan ini kami laksanakan, dengan mengedepankan pengawasan, guna menjaga hal-hal yang tak diinginkan terjadi,” terang Syarifudin Ibrahim.(rg-62)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *