Petak Senggol Gratis

Walikota gorontalo Tinjau Lokasi Petak Pasar Senggol nanti
Walikota gorontalo Tinjau Lokasi Petak Pasar Senggol nanti

Boleh, Asal Diwasi Ketat

RadarGorontalo.com – Ini bisa jadi kabar gembira untuk para pedagang yang akan berdagang di Pasar Senggol. Untuk Ramadhan kali ini, Wakil Walikota minta agar para pedagang dibebaskan dari semua retribusi. Sebenarnya sikap dr. Budi Doku itu pernah pula menjadi sikap Walikota Medi Botutihe. Ketika Medi menjabat Walikota Gorontalo, dia membebaskan pasar senggol dari pungutan, malah Walikota mempercayakan pengelolaan pasar senggol pada anak-anak kampung dikawasan pasar senggol.

Sejak itu pasar senggol aman, tetapi kemudian itu tak berlangsung lama, karena mulai terjadi jual beli lapak atau kapling dengan harga, Jutaan rupiah. Para spekulan kapling justru yang menikmati pasar senggol, sementara para pedagang  banyak yang mengeluh.

Sebenarnya hasil penjualan kapling bisa ratusan juta dalam tempo 15 hari. Tetapi Wawali  mengingatkan  bahwa Pemda tak punya legal standing untuk menarik retribusi PAD, karena belum ada perda tentang  pasar senggol, termsuk hampir 3000 lebih perda tentang retribusi yang sudah dicabut mendagri,”ini akan menjadi masalah dikemudian hari kalau pemda menarik retribusi dipasar senggol, ” tegasnya.

Wawali menambahkan, kita sudah harus berpihak pada pedagang kecil, apalagi kodisi ekonomi sekarang ini sangat lesuh. Lebih dari itu banyak rakyat menagih janji soal program gratis dari lahir sampai mati.  Apa yang dikatakan Wawali memang harus didukung.

Menggratiskan pasar senggol patut diacungkan jempol, tetapi harus diawasi  dan dijaga dengan ketat. Artinya   pasar senggol itu harus benar benar gratis,  pemkot harus tau benar siapa pedagang  beneran dan siapa spekulan.  kalau tidak  maka praktik jual beli kapling selama ini akan tetap terulang. Dari  Pemkot gratis  tetapi kenyataan di lapangan pedagang harus membayar mahal . Jika Pemkot bisa benar-benar melindungi kepentingan pedagang maka kali pertama pedagang pasar senggol bebas dari retrebusi.  selain kapling, pemkot juga harus memperhatikan soal penggunaan listrik di pasar senggol , karena para pedagang juga dikenakan biaya.

Kata Wawali Charles Budi Doku, kebijakan lapak gratis itu, merupakan bagian dari tindak lanjut penataan pasar senggol yang sudah jauh hari direncanakan oleh pemerintah. “Penataannya, kami akan gratiskan pasar senggol ini. Karena ini merupakan pasar rakyat,”ujar Wawali. Untuk meninndak lanjuti pernyataanya tadi, pihaknya akan membahas pesoalan ini di rapat muspida nanti. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.