Petahana Dua Periode

Indra Yasin dan Marten Taha tersenyum dengan dua jari diacungkan. Simbol peace untuk dua periode

RadarGorontalo.com – Mempunyai peluang yang cukup besar untuk menang di Pilkada tahun depan memang sudah dikantongi oleh Bupati Indra Yasin dan Walikota Marten Taha. Sebab sebagai kandidat kuat berstatus Petahana, keduanya sudah menancapkan kukunya diperiode berjalan 5 tahun ini. Banyak karya dan dedikasi sudah mereka persembahkan sepanjang sejarah kepemimpinan mereka dalam memimpin daerah. Baik itu Bupati Indra Yasin di Gorontalo Utara dan Marten Taha di Kota Gorontalo.

Namun demikian, sejumlah kalangan menilai, kiranya dengan menyandang status sang juara bertahan kedua tokoh ini jangan terlalu berleha leha. Sebab jika salah mengolah bentuk peta politik yang ada. Bisa jadi akan blunder. Menurut salah satu pengamat politik Gorontalo Ismail Rizki Usman bahwa dengan segala kondisi dan jabatan saat in yang disandang keduanya, Indra Yasin dan Marten Taha, maka ini merupakan amunisi yang sangat kuat. Karena jika dikelola dengan maksimal, kekuatan berpolitik keduanya akan pasti bisa mengantarkan keduanya sukses untuk 2 periode. Namun halnya jika itu tidak mampu dikelola dengan baik. Maka pasti ini akan menjadi boomerang bagi keduanya diatas lawan politik mereka. ” Ya, minimal memfilter semua kondisi yang ada, jangan mudah terpengaruh oleh oknum oknum disekitar yang kadang hanya malah akan menjatuhkan kredibilitas keduanya dimata masyarakat. Karena yang namanya musim Pilkada, banyak kepentingan sesaat alias koprol. Harus hati hati dengan orang orang disekitar. ” urai Rizki. Disisi lain pula kedua tokoh petahana ini harus pandai berhitung. ” Ya, ibarat matematika, hasilnya harus plus, bukan minus. Biar untung dan menang,” tegasnya.

Bendera start sudah dipegang, tinggal bagaimana menjadikan bendera itu sempurna diangkat kelangit sebagai bentuk kemenangan rakyat pada umumnya, rakyat Gorontalo Utara dan Kota Gorontalo. Kedua tokoh sangat dikenal masyarakat dengan kesantunannya, maka dari itu wajib dipertahankan. Jangan sampai kesantunan itu cedera dengan orang orang disekitar yang sudah dibentuk. Paling baik, keduanya harus menganggap Pilkada tahun ini sebagai pendatang baru, sehingga perlu adanya kerja keras dan mengatur kembali pundi-pundi kekuatan yang ada hingga animo kepercayaan masyarakat. Kalau itu mampu dilakukan, bisa jadi gaya tangan dua jari akan jadi nyata untuk dua periode selanjutnya buat Indra Yasin di Gorut dan Marten Taha di Kota Gorontalo Sebab jangan salah, kita tau bersama para wakil-wakilnya akan menjadi rival politik saat pilkada nanti, tutup Rizki. (RG.53)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.