Pertahankan Pendidikan Budi Pekerti

5.099 siswa, mengikuti upacara Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) se-Kota
Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Senin (16/07), sebanyak 5.099 siswa, akumulasi dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), berbaris berbanjar berdiri sesuai dengan jenjang pendidikan. Antusias mengikuti upacar perdana, atau disebut Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) se-Kota Gorontalo. Sebagian dari mereka pun, menjadi peserta inti dalam pelaksanaan agenda rutin itu.

Walikota Gorontalo Marten A Taha, sebagai inspektur (Irup) upacara MPLS mengatakan, ini adalah sebuah sistem pendidikan yang bejalan.  Baik di tingkat SD dan SMP, yang sudah terintegritas mulai dari sisi kurikulum, sarana-prasaranan, termasuk pengajar. Oleh karena itu, 116 SD dan 16 SMP yang ada di Kota Gorontalo menjadi pantas untuk difavoritkan. Di Kota Gorontalo sendiri, total siswa baru yang masuk di SD sebanyak 2.261 murid dan SMP sebanyak 2.838 murid.

“Menganai MPLS ini, untuk memupus paradigma lama masyarakat tentang sekolah favorit. Sesuai amanat Permendiknas Nomor 14/2018, memberikan kesempatan bagi semua satuan pendidikan baik negeri maupun swasta dalam melakukan rekrutmen peserta didik baru. Oleh karena itu, kita berupaya melakukan pemerataan pendidikan sekaligus menerapkan sistem zonasi agar anak-anak bisa bersekolah di tempat yang lebih dekat dengan rumahnya masing-masing. Jadi prinsipnya, sekolah manapun yang dipilih masyarakat untuk anaknya, pasti terjamin kualitasnya,” ujar Marten.

Marten mencontohkan pula, kualitas pendidikan di Kota Gorontalo dapat dilihat dari hasil evaluasi Ujian Nasional Berasis Komputer (UNBK), sudah empat tahun ini dilaksanakan Kota Gorontalo. Berdasarkan penilaian, UNBK Kota Gorontalo menempati rangking teratas di tingkat Provinsi Gorontalo. Ini menjadi bukti prestasi pendidikan di Kota Gorontalo. Bisa terwujud berkat kerja keras dan kerja sama, seluruh komponen pendidikan termasuk dukungan dari para orang tua murid, yang telah berperan aktif mendukung program pendidikan di Kota Gorontalo sehingga bisa maju dan berkualitas. “Saya menaruh apresiasi terhadap para pelaku pendidikan, komite sekolah, termasuk para orang tua murid. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan kita bersama,” terang Marten.

Marten juga mengingatkan, agar proses pendidikan yang berorientasi untuk menumbuhkan budi pekerti, perlu untuk terus dipertahankan dan  dikembangkan. Di tengah perkembangan zaman yang tidak jarang, memunculkan dinamika dan pengaruh negatif bagi anak didik seperti saat sekarang. Pendidikan budi pekerti penting diseriusi, untuk membangun kepribadian dan ketahanan mental anak didik, supaya lebih siap menghadapi kondisi negatif lingkungan. Ia mengajak segenap pelaku pendidikan agar terus menuntun dan menjembatani semangat juang anak didik, untuk bisa meraih masa depan. “Para guru harus sungguh-sungguh membina dan mengasah kemampuan anak didik, dengan harapan kelak ketika mereka tumbuh dewasa bisa menjadi generasi penerus yang berguna bagi bangsa, neagra dan agama,” tutur Marten.(rg-62).

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.