Pernah Direhab, Main Narkoba Lagi, Kader Partai Dipecat

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Mikson Yapanto tertangkap lagi. Politisi yang baru saja bergabung dengan Partai Nasdem Gorontalo ini, nampaknya tak bisa lepas dari jeratan narkoba, buktinya meski sudah pernah direhab, mantan Aleg Deprov Gorontalo ini toh masih saja mengonsumsi narkoba. Kamis (22/02) dia diringkus Tim BNN Kota Gorontalo di kelurahan Wumialo. Meski pihak BNN sendiri belum merilis secara lengkap tangkapan mereka, namun dipastikan ada barang bukti. Sampai dengan tadi malam, Ketua Nasdem Pohuwato itu sedang di BAP. Dan Nasdem langsung menggelar rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Nasdem Provinsi Gorontalo, Hampim Pou. Tidak ada ampun, Mikson langsung dipecat dari Nasdem. “Ini bentuk komitmen kami sebagai kader, dari tingkat pusat hingga daerah, yang mengharamkan narkoba. Sikap kami jelas terhadap bersangkutan, dimana memberhentikan dirinya sebagai kader,” tegas Hamim.

Kabar ‘duka’ dari oknum kader Nasdem ini, seketika langsung heboh di pelosok Gorontalo. Dan seperti informasi yang berhasil dihimpun Radar Gorontalo malam kemarin, ditangan MY ditemukan barang bukti kristal yang diduga narkoba jenis sabu. Kemudian, langsung diamankan di Kantor BNN Kota Gorontalo, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. “Yang bersangkutan sampai dengan saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik,” ungkap salah satu anggota BNN Kota, yang enggan dikorankan namanya.

Menelisik lebih dalam kasus narkoba yang menjerat MY ini, juga diketahui sudah yang kesekian kalinya. Dan MY telah mengisi deretan nama oknum mantan pejabat daerah, dalam kasus pidana khusus narkoba, sejak tahun 2015 silam, dengan nomor perkara 78/PID/2015/PT GTO, yang divonis Pengadilan Tinggi Gorontalo 26 Februari tahun 2016 kemarin. Dan dalam isi putusan pengadilan terlampir, menerima permintaan banding dari terdakwa (MY), dan penuntut umum. Kemudian menguatkan putusan Pengadilan Negeri Gorontalo, tertanggal 19 November tahun 2015 dengan nomor perkara Nomor : 150/Pid.Sus/2015/PN.Gto. Yang meminta agar terdakwa (MY), tetap ditahan, selanjutnya membebankan biaya perkara kepada terdakwa (MY), dalam dua tingkat peradilan, sedang didalam tingkat banding sebesar Rp 2.500.

Ditempat terpisah juga Kepala BNK Kota Gorontalo Kompol. Lesman Katili SH yang berhasil dihubungi Wartawan RADAR tadi malam, membenarkan adanya penangkapan terhadap MY alias Mik pada Kamis (22/2). Menurutnya, kronologis penangkapan terhadap YM oleh tim BNK Kota Gorontalo saat berada dijalan tepat di kawasan jalan Jeruk Kota Gorontalo. Pada saat itu dirinya mengemudikan mobil, dan sudah menjadi target penangkapan. “Saat akan melakukan penangkapan kami menghadangnya, sempat akan membuang barang haram tersebut dan melarikan diri. Kami pun langsung melakukan pengejaran kembali. Tiba-tiba YM pada saat berkendara menabrak bentor dan membuat penumpang seorang ibu jatuh dari bentor, dan dilarikan ke rumah sakit. Mobil yang dikendarai MY kemudian jatuh diselokan dan saat itu kami langsung menangkapnya,” kata Lesman. “Saat penangkapan, MY hanya sendiri dalam mobil dan kami langsung mengamankan satu buah paket sabu ukuran kurang lebih 1 g. MY pun langsung dibawa ke kantor BNK Kota Gorontalo,” pungkasnya. (RG-54/rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.