Perkuat Kerjasama Utara-Utara, 4 Bupati Bertemu di Bone Bolango

BUPATI Hamim Pou bersama rektor UNG Prof. Syamsu Qamar Badu dan Bupati Gorut Indra Yasin serta Sekda Bolmut dan ketua DPRD Buol pada acara silaturahmi Badan Kerjasama Utara-Utara di Bandayo Rumah Dinas Bupati Bone Bolango.

RadarGorontalo.com – Kabupaten Bone Bolango menjadi salah satu dari empat daerah yang tergabung dalam badan kerjasama utara-utara, yakni kabupaten Gorontalo Utara, kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan kabupaten Buol. Kerjasama utara-utara ini diinisiasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama pemerintah Belanda melalui Programma Uitzending Managers (PUM).

Sudah ada penandatanganan kerjasama utara-utara. Bahkan 4 kepala daerah yang tergabung dalam kerjasama utara-utara ini sudah berkunjung ke Belanda. Untuk lebih menguatkan kerjasama ini, maka terbentuklah Badan Kerjasama Utara-Utara. Badan ini terus diperkuat. Makanya Kamis (15/6) sore kemarin, 4 Bupati bersama rektor UNG Prof. Syamsu Qamar Badu, dijadwalkan melakukan pertemuan di rumah dinas Bupati Bone Bolango, sekaligus buka puasa. Dari pantauan dilokasi, selain dihadiri Bupati Hamim Pou sebagai tuan rumah. Hadir pula Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin, Sekda Bolmong Utara serta Pemda Buol yang diwakili ketua DPRD Buol didampingi kepala BAPPEDA dan SKPD teknis.

Pada kesempatan itu, Bupati Hamim Pou dipercaya menjadi ketua badan kerjasama utara-utara periode pertama tahun 2017-2018. Pada pertemuan itu, Bupati Hamim didampingi langsung Wakil Bupati Mohammad Kilat Wartabone. Hamim menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut kerjasama utara-utara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di empat daerah ini. “empat bupati sudah ke Belanda, bertemu tim disana, kami diberikan dokumen yang luar biasa, terutama dalam pengembangan sektor peternakan sapi.” jelasnya.

Banyak yang dipelajari di Belanda terkait dengan peternakan sapi. Dan empat daerah ini punya tanggung jawab bersama untuk menindaklanjutinya melalui langkah-langkah konstruktif. “kita semua sepakat konsentrasi pada ternak sapi, tapi kalau jualan kita sama-sama.” papar Hamim. Bahkan keseriusan PUM Belanda dalam kerjasama utara-utara ini bisa dilihat pada kesiapan tim dari Belanda untuk memandu dan melatih empat daerah ini agar sukses dalam menggenjot sektor peternakan sapi.

Pada pertemuan kemarin, selain terbentuknya badan kerjasama utara-utara, empat daerah ini juga berkolaborasi membahas lebih detail teknis-teknis implementasi dari kerjasama ini yang nantinya akan disampaikan kepada Bappenas dan Menteri Pertanian Republik Indonesia. “empat daerah yang tergabung dalam kerjasama utara-utara ini mempersiapkan diri untuk menjadi daerah produsen sapi dan nantinya bisa menopang ketersediaan daging sapi di Indonesia.” tuturnya. (RG-46)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *