Perang Dingin di Internal Dekot Gorontalo

RadarGorontalo.com – Pasca paripurna penandatanganan KUA-PPAS RPJMD tahun 2019 yang digelar Senin (16/7) awal pekan ini, suhu diinternal DPRD Kota Gorontalo, mulai memanas. Setelah empat ketua fraksi plus Hais Nusi, kini Ekwan Ahmad balik menyerang, dengan kata sindiran.

Kepada Radar, Ekwan mengatakan, soal desakan agar dirinya dijatuhi sanksi, hingga mengatakan dirinya harus banyak belajar, adalah hal biasa dalam politik. Hanya saja, Ekwan mengaku prihatin dengan sikap Hais, yang dinilainya lebih mementingkan diri sendiri, ketimbang kepentingan orang banyak. “Saya akui, saya harus banyak belajar. Dan lebih baik banyak belajar, dari pada orang yang sudah 30 tahun berpolitik, tapi hasil kerjanya tak memberikan manfaat terhadap orang banyak,” tegas Ekwan.

Dijelaskan Ekwan, persoalan ini bermula ketika rapat paripurna penandatanganan KUA-PPAS RPJMD tahun 2019, akan digelar. “Dalam undangan yang sudah disebar oleh Humas, agenda rapat tersebut pada pukul 20.00 WITA. Namun di skors sampai pukul 23.15 WITA karena tidak lengkap anggota dewan yang hadir. Awalnya hanya sepuluh orang. Berhembus kabar, ada oknum seorang Aleg yang terkesan mengintervensi aleg lain, untuk tidak menghadiri rapat tersebut. Dan oknum itu sudah menelpon teman-teman Aleg lain, untuk tidak menghadiri rapat paripurna tersebut. Kendati, rapat ini penting. Selain menjadi tanggungjawab bersama, juga merupakan memperjuangkan hak masyarakat,” jelas Ekwan.

Ditempat terpisah, Ketua BK DPRD Kota Gorontalo, Hais Nusi mengaku akan mengundang Ekwan Ahmad. Karena dirinya menilai, Ekwan begitu banyak melakukan kesalahan, khusus pada rapat paripurna bersama eksekutif. “Sudara Ekwan Ahmad itu, setiap mendapat giliran membacakan pandangan frkasi, pada forum resmi. Sering melakukan kesalahan. Jangan mengistimewakan partai Hanura, dan belajar banyak aturan di DPRD,” papar Hais.(rg-62).

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.