Penyakit Menular Intai Korban Banjir

kondisi banjir yang terjadi di kota gorontalo

RadarGorontalo.com – Beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo direndam banjir. Ratusan kecamatan hingga ribuan rumah terendam di sejumlah kabupaten/kota. Pasca banjir, masyarakat dihadapkan dengan ancaman penyakit menular. Mulai penyakit kulit, hingga penyakit paru-paru.

Di Kota Gorontalo sendiri, Dinas Kesehatan telah melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan kepada warga. Hasilnya kata Kadis dr. Nur Albar Finasim, banyak masyarakat yang menderita penyakit menular, seperti gatal-gatal, demam tinggi bahkan paru-paru basah. Dan upaya yang telah dilakukan Dikes Kota Gorontalo, memberkan penanganan secara medis dalam hal ini memberikan obat dan vitamin. Terlebih bagi ibu hamil dan anak-anak serta balita, yang diketahui sangat rentan terkena penyakit. “Jika ini tidak ditangani secepatnya, maka dampaknya tidak baik bagi kesehatan masyarakat,” ujar Nur Albar.

Selain itu pihaknya juga terus mengingatkan masyarakat korban banjir, untuk menjaga kesehatan mereka. Minimal kaki mereka tidak terendam lama di dalam air. Masyarakat bisa terserang penyakit kulit dan paru-paru basah. Dan ia berharap, masyarakat bisa mencari tempat yang kering, serta dianjurkan jangan mengonsumsi air. “Khsusnya berasal dari sumur suntik,”terangnya.

Pelayanan yang diberikan Dikes Kota Gorontalo sampai dengan Minggu kemarin, yakni pelayanan mobile atau berkunjung ke lokasi bencana. “Pertama kami melakukan pelayanan langsung dan membuat pokso, serta pelayana mobile. Memang saya sudah minta pada petugas untuk menyediakan obat lengkap di mobil. Sehingga saat masyarakat butuh langsung dilayanani, dan sejauh ini banyak ratusan masyarakat sudah melakukan cek up kesehatan,” tutur Nur Albar.

Ribuan Rumah di 16 Kelurahan Terendam

Sementara itu, dari data yang diperoleh sejak Jumat hingga Sabtu (3/6) akhir pekan kemarin, tercatat di Kota Gorontalo, ada 16 Kelurahan yang terdampak bencana banjir. yakni Keluarahan Siendeng, Tenda dan Donggala di Kecamatan Hulonthalangi, Kelurahan Talumolo, Bugis dan Bitu di Kecamatan Dumbo Raya. Dan Kelurahan Bulado, Pilolodaa juga Lekobalo di Kecamatan Kota Barat, Kelurahan Tuladenggi dan Tamulabutao di Kecamatan Dungingi. Kemudian di Kecamatan Kota Selatan ada Kelurahan Limba B, Biawu, Biawao, selanjutnya Kelurahan Tapa di Kecamatan Sipatana, dan terakhir Kelurahan Padebuolo di Kecamatan Kota Timur.

Dari data yang dihimpun media ini melalui posko SMART City, pada awal kejadian bencana ini Jumat kemarin, ada sekitar 8.350 jiwa yang menjadi korban dari total jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 3.193. Sedangkan pada hari kedua Sabtu akhir pekan kemarin, menurun sampai 1.416 jiwa dari total jumlah KK sebanyak 420. Kepala BPBD Kota Gorontalo Ir. H. Rustam Rahman menjelaskan, untuk Kecamatan Hulonthalngi pada hari pertama hingga Sabtu kemarin, dominan menelan korban. Dengan rincian Kelurahan Siendeng 2.667 jiwa, Tenda 1.904 jiwa dan Donggal 226 jiwa.

Sedangkan dari segi bantuan, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Gorontalo Nixon Rahman menjelaskan, pada awal kejadian ada sebanyak 2000 lebih makanan siap saji yang diberikan pada korban banjir. Dan sampai dengan Sabtu akhir pekan kemarin hingga Minggu kemarin, sudah sekitar 4000 lebih yang disalurkan pada korban banjir. (rg-62)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *